rss search

next page next page close

Circa Handmade, Boneka Perubahan Dari Cihanjuang

Circa Handmade, Boneka Perubahan Dari Cihanjuang
“Less work big impact” jangan dipelesetkan jadi mimpi sang pemalas. Ini adalah tantangan cerdas yang memerlukan rencana jitu. Setidaknya itu yang saya tangkap ketika jumpa lagi dengan Ukke R. Kosasih setelah lebih 15 tahun menghilang bagai ditelan bumi. Ukke berkisah tentang perjalanan Circa Handmade (more…)
Twitter del.icio.us Digg Facebook linked-in Yahoo Buzz StumbleUpon
next page next page close

Case Kangkung Rai Bangsawan nan Aduhai

Case Kangkung Rai Bangsawan nan Aduhai

Karib saya yang kini jadi mitra di Kopi Kultur, Rai Bangsawan, adalah seorang yang kukuh pendiriannya sebagaimana kata hatinya berkata. Begitupun ketika ia mengundurkan diri dari jabatannya sebagai konsultan di perusahaan agro multinasional yang berkantor pusat di Amerika. Di perusahaan itu, Rai bertugas (more…)

Twitter del.icio.us Digg Facebook linked-in Yahoo Buzz StumbleUpon
next page next page close

Catatan Ika di BoDW (Business of Design Week) 2011

Catatan Ika di BoDW (Business of Design Week) 2011

Oleh : Ika Mardiana ditulis kembali oleh Arief “Ayip” Budiman

BoDW (Business of Design Week) Hongkong 2011 yang berlangsung dari 28 November hingga 5 Desember 2011 ini dipenuhi agenda menarik berupa Forum yang menampilkan presenter kelas dunia dari berbagai bidang desain. Karena padatnya agenda dengan tempat berbeda maka tidak mungkin program dapat diikuti semua disebabkan berlangsungnya acara secara parallel. Inilah beberapa agenda yang menarik dari perspektif Ika sebagai seorang fashion desainer:
(more…)

Twitter del.icio.us Digg Facebook linked-in Yahoo Buzz StumbleUpon
next page next page close

Art, shit & parashit

Art, shit & parashit

Menutup tahun 2011, perupa Made Budhiana akan menampilkan karya-karya terkininya dalam pameran tunggal bertajuk Art-shit! Parashit! di Bentara Budaya Bali, Jalan Prof. Ida Bagus Mantra 88 A By Pass Ketewel, 21 Desember 2011-10 Januari 2012 mendatang.  Acara akan dibuka pada Selasa, 20 Desember 2011, Pukul 18.00 Wita.

Sebagai perupa yang aktif menggelar berbagai apresiasi seni dan dialog-dialog budaya, Made Budhiana mencoba mengetengahkan suatu bentuk seni ‘penyadaran’ berupa ‘pameran proses’. Hal tersebut sangat terkait dengan tajuk pameran kali ini yang merupakan sebentuk keprihatinan atas situasi sosial budaya di tanah air, termasuk fenomena dunia seni rupa yang cenderung terlalu mengedepankan orientasi pasar. Dalam pameran ini, Made Budhiana juga membuka ruang seluas-luasnya bagi upaya kolaborasi bersama para seniman dan pelaku sosial dari berbagai latar, di mana “proses” menjadi elemen penting.

“Sebagian karya awal saya bisa menjadi pemicu lahirnya karya bersama, yang finishing akhirnya tetap berpulang pada olah cipta saya sebagai pelaku pameran,” ujar Made Budhiana yang pernah menampilkan eksibisi tunggal di The Northern Territory Museum of Art and Sciences, Darwin, Australia.

Pada acara pembukaan mendatang akan ditampilkan pergelaran kolaborasi antara Made Budhiana dengan komposer Wayan Gde Yudane. Pertunjukkan tersebut menyuguhkan suatu kolaborasi antara kekuatan visual dan dinamika musikal yang kemudian akan direspon selama pameran menjadi  karya cipta baru.

“Pameran Made Budhiana ini juga dirangkai dengan acara temu kritikus dan jurnalis yang akan berlangsung pada Kamis, 5 Januari 2011 pukul 18.30 wita,”  ungkap pekerja budaya di BBB, Juwitta Lasut didampingi Putu Aryastawa.

Made Budhiana lahir di Denpasar, Bali, 27 Maret 1959. Pernah berpameran tunggal maupun kolektif di Jerman, Switzerland, Singapura, Malaysia, Australia dan Belanda. Lulusan ISI Yogyakarta ini juga meraih beragam penghargaan, di antaranya ‘Best Painting’ Bali Art Award (1997), Pratisara Affandi Adhi Karya, ISI Yogyakarta (1985 and 1986), Poster Award, Departement of Education and Culture, Bali (1979).

Wayan Gde Yudane, lahir di Kaliungu, Denpasar, menghasilkan karya musik konser, teater, instalasi maupun film. Meraih penghargaan Melbourne Age Criticismsebagai Creative Excellent pada Festival Adelaide, Australia (2000) berkolaborasi dengan Paul Gabrowsky, dll. Tampil di Festival Jazz Wangarata, Australia (2001), keliling Eropa dengan Teater Temps Fort, Grup France and Cara Bali, juga Festival Munich dan La Batie. Karyanya: musik film ‘Sacred and Secret’ (2010), Laughing Water and Terra-Incognita, dan Arak (2004), serta sebagainya.

Pembukaan, Selasa, 20 Desember 2011, pukul 18.00 wita. Pameran berlangsung 21 Desember 2011 hingga 10 Januari 2012, pukul 10.00 – 18.00 wita. Temu Kritikus dan Jurnalis, Kamis, 5 Januari 2012, pukul 18.30 wita. Sepanjang pameran akan diselenggarakan aneka kegiatan seni sebagai proses bersama.

.

Twitter del.icio.us Digg Facebook linked-in Yahoo Buzz StumbleUpon
next page next page close

(Yes) It’s Not Easy Being Green

(Yes) It’s Not Easy Being Green

on June 10, 2011 Aart and Paula visit Wonderground exhibition and Popo Danes Architect’s office. They also sharing about their project “It’s not easy being Green” to some local designers. this presentation also as the closing of Wonderground exhibition.

Aart and Paula show up some slides and tell stories from their trip on “It’s not easy being green” in South America, Australia and New Zealand. After Bali, they plan to go to Asean countries via Singapore.

It’s Not Easy Being Green is a project initiated by Aart van Bezooyen and Paula Raché, a Dutch-German design couple living and working in Hamburg, Germany. The two designers traveling around the world in 184 days. The project is During six months they are offering inspiring lectures and materials workshops to explore the practice of sustainability by meeting, discussing and working with local creatives.

Aart van Bezooyen is an optimist and motivator for materials in design. He founded Material Stories (2005) that inspires and enables the best use of materials to make design more competitive, creative and sustainable. Aart writes for international design magazines and is design teacher at several design schools in Europe.

Paula Raché is a designer with organizational talent and loves to draw. This colorful character was born in Berlin and enjoyed work experience in graphic, packaging and exhibition design. She conducts workshops with Aart, because they both believe in the willingness and ability of young designers to create a better future.

you can reach them at www.itsnoteasybeinggreen.net

And here is the story of their trip excerpt from Core77 – A leading design online magazine

Wonderground Exhibition
In Bali’s crowded capital Denpasar, we visited the Wonderground exhibition where initiator Arief ‘Ayip’ Budiman explained that the exhibition brought together the works of 18 artists and designers from Bandung, Jakarta, Yogyakarta and Bali. The exhibition demonstrates prototypes for a more sustainable future featuring ideas and products made from waste or organic materials.

bali-exhibit.JPG
Wonderground exhibition: Smile Stool made from waste wood by Fitorio Leksono

bali-exhibition2.jpeg
Wonderground exhibition: Mushroom inspired floor lamps made of reused glass by Desain9

David Berman, who presented his book Do Good Design, was one of the international speakers that supported the exhibition with a series of lectures and events. Also we were happy to share our experiences and sustainable solutions discovered in South-America, New Zealand and Australia. It was a great experience to do our slideshow presentation in the middle of a beautiful garden. Based on location alone, this was definitely our greenest talk so far.

bali-lecture.jpg
Wonderground exhibition: Open air lecture at the beautiful site of Balinese architect Popo Danes

Twitter del.icio.us Digg Facebook linked-in Yahoo Buzz StumbleUpon
next page next page close

The Bicycle Diaries by Nyoman Sujana Kenyem

The Bicycle Diaries by Nyoman Sujana Kenyem

Komaneka Fine Art Gallery cordially invites you to the opening of

THE BICYCLE DIARIES
A solo exhibition by Nyoman Sujana Kenyem

Sunday, December 18, 2011 at 6 pm
(more…)

Twitter del.icio.us Digg Facebook linked-in Yahoo Buzz StumbleUpon
next page
Circa Handmade, Boneka Perubahan Dari Cihanjuang

Circa Handmade, Boneka Perubahan Dari Cihanjuang

“Less work big impact” jangan dipelesetkan jadi mimpi sang pemalas. Ini adalah...
article post
Case Kangkung Rai Bangsawan nan Aduhai

Case Kangkung Rai Bangsawan nan Aduhai

Karib saya yang kini jadi mitra di Kopi Kultur, Rai Bangsawan, adalah seorang yang kukuh...
article post
Catatan Ika di BoDW (Business of Design Week) 2011

Catatan Ika di BoDW (Business of Design Week) 2011

Oleh : Ika Mardiana ditulis kembali oleh Arief “Ayip” Budiman BoDW (Business...
article post
Art, shit & parashit

Art, shit & parashit

Menutup tahun 2011, perupa Made Budhiana akan menampilkan karya-karya terkininya dalam...
article post
(Yes) It’s Not Easy Being Green

(Yes) It’s Not Easy Being Green

on June 10, 2011 Aart and Paula visit Wonderground exhibition and Popo Danes...
article post
The Bicycle Diaries by Nyoman Sujana Kenyem

The Bicycle Diaries by Nyoman Sujana Kenyem

Komaneka Fine Art Gallery cordially invites you to the opening of THE BICYCLE DIARIES A...
article post