SEKEJAP DI CASABRINA
Perlawatan ke Malaysia kali ini bukan untuk investigasi “Rasa Sayangeâ€. Sekadar jalan jalan ke Casabrina, project yang telah setahun lalu usai. Sebuah second home resort di hutan Pahang, tepatnya desa Sang Lee, sekitar satu jam perjalanan dari KL. Casabrina adalah 11 home resort karya arsitek Bali Yoka Sara di atas tanah berkontur di ketinggian 200 m dari permukaan laut. Dari 11 yang direncanakan 2 telah rampung dan satu sedang dalam tahap pembangunan. Home resort ini dijual untuk umum dengan kepemilikan penuh. Suasananya sangat indah dan setiap saatnya memiliki karakter ambient yang berbeda bagi siapa saja yang berad disana. Lahan tempat Casabrina berada adalah perbukitan hijau bekas perkebunan karet yang dikelilingi hutan Negara.
Hal ini yang menginspirasi visual brand identity Casabrina yang kita buat setahun lalu dan copywriter kita Johnny menambahkan teks “Natural Selection. You’ve travelled far to come home…†untuk membuatnya lebih afdol.


Setiap ke Casabrina saya selalu tinggal di Villa Aranya, ini nama yang saya berikan untuk mengganti nama sebelumnya yaitu Forest House. Aranya berarti hutan dalam bahasa sansekerta. Disebut demikian karena letaknya tepat menghadap hutan dengan segala atributnya.Â

Hari pertama perjalanan kali ini diisi dengan membuat jalan baru di hutan untuk menentukan peletakan fasilitas penunjag complex. Jadi kami membabat semak untuk dapat menjadi jalan setapak yang akan dilalui. Nafas lumayan tersengal juga karena jalan menanjak terlebih status sebagai perokok dan tak pernah berolahraga. Usai membelah hutan, sebagian dari kami kedapatan terkena hisapan lintah sehingga darah keluar dari tempat dimana lintah menghisap di bagian kaki.
Â
Hari kedua sedari pagi hujan sudah rintik. Namun klien saya Felix Tee dia mengajak saya melihat hutan di daerah Fraser Hill sekitar 25km dari Casabrina. Dia ingin menunjukan waterfalls yang airnya bening namun karena semalam hujan lebat ternyata airnya keruh. Jadi perjalanan kita diisi dengan memasuki jalan tanah menuju hutan untuk memotret burung, monyet hutan dan pohon-pohon yang langka. Kita menemukan musang yang tengah berbaring di dahan pohon besar yang sebelumnya sempat kita perdebatkan binatang apakah gerangan ini karena besarnya yang diatas rata-rata musang. Sekembalinya dari hutan seharian kita berada di Casabrina diskusi menyusun strategi baru untuk promosi dan branding Casabrina pada masa mendatang sampai membicarakan rencana trip besoknya ke sebuah danau di Pahang untuk pengembangan ecotourism disana. Inilah yang agak disesali karena besok ternyata saya harus sudah berada di Bali lagi untuk pekerjaan lain yang juga penting. Artinya saya tidak dapat ikut dengan Felix dan rombongan arsitek bermalam di sekitar danau itu.  Malam itu bayangan danau terus muncul hingga di pesawat pulang menuju Bali keesokan harinya. I’ll be back.. I’ll be back…
6 Responses to “SEKEJAP DI CASABRINA”
Leave a Reply










Duh! Ngeces. Ajak-ajak dong…
Bener nih Pakde. Kalo ada trip kesana lagi mau ikut? Sediain ongkos pesawat aja. Selebihnya udah ada yang ngatur. He he he
kang ayip, jalan2nya enak tenan. pantesan ga dateng pas kopdar. hehe
btw, protes nih. kok harus log in utk kasih komentar. jd agak ribet. :((
Mas Anton, protesnya diterima. Saya sebetulnya sedang cari cara ampuh menangkis spam. Tempo hari spamnya besar sekali. Sampe saya perlu jalan-jalan untuk melupakannya…..
walah.. walah..asrep.. adem, ayem.. kayanya..
Takdirmu sebagai seorang Ayip nikmat tenan Mas.
Millioner yang gak punya waktu untuk menikmati suasana seperti ini pasti juga cemburu pada dirimu.
lain kali kalau ke Sabrina ikut dong sebelum aku ke Valencia.he he he
Juli ini Sheila dan Mbak En mau ngunjungi Green School.
Sampai ketemu
Namaste