THE MAN BEHIND THE CREATORS

November 23rd, 2007

 Rudy AO

Disela perhelatan fashion show malam pertama di 07 Bali Fashion Week di Pantai Kuta, saya ngopi di sebuah cafe ditemani Rudy AO dan Nelly. Rudy AO yang namanya telah sering saya dengar dan ternyata beberapa kali pernah jumpa ini ternyata baru sekitar 2 minggu lalu declare bahwa kita pernah ketemuan sebelumnya tapi “meneketehe” kalo Rudy yang sudah jumpa ini adalah Rudy AO yang illustrator itu.

AO, begitu dia biasanya dipanggil adalah seorang Sunda yang juga sama dengan saya kini menjadi orang Bali. Ketika bertemu gaya dan bahasanya masih “sunda pisan”. Membuat saya teringat tanah priangan. Kita ngobrol soal seni dan pekerjaan (yang notabene seni juga). Rudy AO yang seorang arsitek ini mengkhusus pada illustrasi architectural, landscape dan interior juga termasuk di dalamnya. Pertamakali karya dan namanya diperkenalkan oleh Yoka Sara ketika memperlihatkan salahsatu pekerjaannya di Canggu yang digambarkan oleh illustrasi Rudy AO. Dan malam itu saya diperlihatkan portfolio selengkapnya atas assignment beberapa biro arsitek maupun lanscape dan interior terkemuka. Ketekunannya dengan garis dan bidang yang dibuat pencil, watercolour, cat minyak maupun digital media membuat karya-karya yang dibuatnya sangat khas dan “hidup”. Itu barangkali mengapa jasanya sangat diminati oleh para kreator dalam memvisualkan rancangannya.

Dari sana saya nyeletuk kenapa ngga “berkesenian” saja. Maksudnya mengapa talentanya ini tidak dikembangkan juga di sisi yang lain menjadi semacam ekspresi “visual art” saja. Dan ternyata pancingan ini “mengena. Saya diperlihatkan juga “personal project”nya beberapa karya di atas bidang kanvas dengan tema wayang. Ini menjadi future visionnya juga untuk berekspresi. Seperti halnya realisme dalam seni lukis yang mudah untuk dinikmati oleh orang kebanyakan, karya Rudy AO berpotensi meramaikan khazanah seni lukis realis Indonesia. Bahkan, dengan jaringan yang telah dimilikinya sangat mungkin menyeberang ke negara lain pula. Hmm.. apakah saya sangat pretensius atau hanya “kompor gas” belaka ?

Malam itu kita berhenti bicara gara-gara “diusir” karena jam kerja kafe sudah selesai. Well, menarik bertemu dengan seorang kreator yang ada dibalik beberapa kreator. I hope soon will see his studio in Sanur. Gambar diatas adalah petikan dari komik yang juga dibuatnya. Wanna see more of his works? www.aoillustration.com


Trackback URI | Comments RSS

Leave a Reply

Name (required)

Email (required)

Website

Speak your mind