SEKEJAP DI CASABRINA

November 18th, 2007

CasabrinaÂ

Perlawatan ke Malaysia kali ini bukan untuk investigasi “Rasa Sayange”. Sekadar jalan jalan ke Casabrina, project yang telah setahun lalu usai. Sebuah second home resort di hutan Pahang, tepatnya desa Sang Lee, sekitar satu jam perjalanan dari KL. Casabrina adalah 11 home resort karya arsitek Bali Yoka Sara di atas tanah berkontur di ketinggian 200 m dari permukaan laut. Dari 11 yang direncanakan 2 telah rampung dan satu sedang dalam tahap pembangunan. Home resort ini dijual untuk umum dengan kepemilikan penuh. Suasananya sangat indah dan setiap saatnya memiliki karakter ambient yang berbeda bagi siapa saja yang berad disana. Lahan tempat Casabrina berada adalah perbukitan hijau bekas perkebunan karet yang dikelilingi hutan Negara.

Casabrina BrandÂ

Hal ini yang menginspirasi visual brand identity Casabrina yang kita buat setahun lalu dan copywriter kita Johnny menambahkan teks “Natural Selection. You’ve travelled far to come home…” untuk membuatnya lebih afdol.

Villa Aranya
Villa Aranya 2
Setiap ke Casabrina saya selalu tinggal di Villa Aranya, ini nama yang saya berikan untuk mengganti nama sebelumnya yaitu Forest House. Aranya berarti hutan dalam bahasa sansekerta. Disebut demikian karena letaknya tepat menghadap hutan dengan segala atributnya.Â

forest
Hari pertama perjalanan kali ini diisi dengan membuat jalan baru di hutan untuk menentukan peletakan fasilitas penunjag complex. Jadi kami membabat semak untuk dapat menjadi jalan setapak yang akan dilalui. Nafas lumayan tersengal juga karena jalan menanjak terlebih status sebagai perokok dan tak pernah berolahraga. Usai membelah hutan, sebagian dari kami kedapatan terkena hisapan lintah sehingga darah keluar dari tempat dimana lintah menghisap di bagian kaki.

forest2Â
Hari kedua sedari pagi hujan sudah rintik. Namun klien saya Felix Tee dia mengajak saya melihat hutan di daerah Fraser Hill sekitar 25km dari Casabrina. Dia ingin menunjukan waterfalls yang airnya bening namun karena semalam hujan lebat ternyata airnya keruh. Jadi perjalanan kita diisi dengan memasuki jalan tanah menuju hutan untuk memotret burung, monyet hutan dan pohon-pohon yang langka. Kita menemukan musang yang tengah berbaring di dahan pohon besar yang sebelumnya sempat kita perdebatkan binatang apakah gerangan ini karena besarnya yang diatas rata-rata musang.
 Sekembalinya dari hutan seharian kita berada di Casabrina diskusi menyusun strategi baru untuk promosi dan branding Casabrina pada masa mendatang sampai membicarakan rencana trip besoknya ke sebuah danau di Pahang untuk pengembangan ecotourism disana. Inilah yang agak disesali karena besok ternyata saya harus sudah berada di Bali lagi untuk pekerjaan lain yang juga penting. Artinya saya tidak dapat ikut dengan Felix dan rombongan arsitek bermalam di sekitar danau itu.  Malam itu bayangan danau terus muncul hingga di pesawat pulang menuju Bali keesokan harinya. I’ll be back.. I’ll be back…

KERALA, AM I COMING?

November 16th, 2007

Kerala India
Ayo Bali tengok apa yang terjadi di belahan bumi yang lain. Sekarang saatnya studi banding yang beneran. Bali harus belajar dari Kerala, di India. Pasalnya economic development di Kerala diarahkan ke tourism yang „baik dan benar“. Aliran tourismnya mengarah ke eco tourism. Lebih dari itu dipertegas dengan kategori yang lebih mantap yaitu responsible tourism. Bali juga harus belajar dari Kerala karena dalam historis Kerala terdapat legenda raja Maha Bali yang masih diperingati dalam Festival Onam setahun sekali. Apakah nama Bali juga berasal dari sana ? Wallahu Alam…
Kerala Branding
Walau Kerala hanya sebuah state di India yang dipimpin oleh seorang gubernur namun promosi pariwisatanya (baca: branding destination) dikemas secara professional. Dengan taglinenya „God’s Own Country“ Kerala merancang kampanye branding destinationnya secara terstruktur bahkan berstatus superbrand. Print Ads-nya yang menyentuh membuat orang yang melihatnya menerawang mencoba membayangkan.
Kerala Print Ads
Kerala Print Ads
Kerala Print Ads
Maret 2008 nanti untuk kedua kalinya Kerala menjadi tuan rumah Responsible Tourism Conference. Hmm… pas banget sekarang ada 3 klien yang ideologinya “eco”. Ada cita-cita baiknya menengok kenyataan disana sambil melihat dan belajar. Tuntutlah ilmu sampai ke negeri India… semoga…
Kerala Print Ads