AROMA KOFFIE FABRIEK: MENJUAL KOPI DENGAN EMPATI




Bagi penikmat kopi tentunya paham kopi yang terbaik kriterianya harus bagaimana. Di tengah maraknya gempuran instant coffee dan brand kopi asing masih banyak diantara kita yang mencari kopi sejati produksi dalam negeri. Salah satunya yang sangat legendaris adalah kopi AROMA di Bandung. Bukan karena masih mempertahankan keberadaannya hingga saat ini dengan setting “vintage”-nya di Jl.Banceuy no.51 Bandung berupa toko lawas dengan aksesori toples kopi, poster, timbangan dan showcase display yang lawas pula, namun konsistensinya menyajikan kopi dengan resep turun temurun dengan menjaga mutu dan rasa.






Dan bukan hanya itu, jika kita beruntung tidak peduli kita hanya berkunjung atau membeli ¼ kg kopi, sang pewaris sekaligus pemiliknya Bapak Widya Pratama akan menyapa ramah lalu mengajak ke pabrik dan gudangnya yang berada di balik toko. Pak Widya bukan hanya mengantar dan bercerita soal kopinya tapi kerap menyelipkan falsafah bisnis kopi AROMA yang masih dijalankannya hingga kini untuk tidak “tamak” dalam berbisnis, selalu memberikan yang terbaik bagi pelanggan, dan jujur. Pak Widya yang humoris demikian sederhananya sehingga kewajarannya dalam menyampaikan “pesan” sama sekali tidak berkesan menggurui walaupun ia seorang dosen di Universitas Padjadjaran.
Kopi AROMA memang sangat dikenal bukan saja oleh kalangan publik di Bandung, ketika berkunjung ke pabriknya tepat juga 2 pelanggannya datang untuk membeli kopi, kedua pelanggan ini bukan pelanggan biasa, mereka adalah warga Belanda yang telah 50 tahun menjadi pelanggan setia kopi AROMA. Dengan bahasa Indonesia fasih sang pelanggan mengatakan Kopi AROMA tak ada bandingnya, saya sudah membeli kopi ini semenjak ayah pak Widya sebagai perintis mengelola AROMA. Kopi AROMA memang telah berdiri semenjak 1930-an dan hingga saat ini masih memegang teguh spirit jualannya yang simpatik.



Ada dua jenis kopi yang tersedia di AROMA, untuk jenis arabika didatangkan dari Aceh, Medan, Toraja, Timor dan Jawa. Sedangkan untuk jenis robusta dikirim dari Bengkulu, Lampung dan Jawa Tengah. Setelah kopi dibeli tidak langsung di”roast” tetapi didiamkan hingga 5-8 tahun untuk mendapat citarasa yang tetap prima. Yang dijual sehari-hari pun adalah kopi fresh yang diproses setiap hari. Pak Widya memberikan tips mengenai kopi yang baik akan memberikan benefit bagi peminumnya menjadi lebih menyegarkan dan sehat. “Banyak kopi saat ini yang lebih didominasi oleh essence sehingga rasa dan kadar kopinya hilang. Dan ini akan berpengaruh bagi peminumnya dalam jangka panjang” paparnya tanpa nada mendiskreditkan.
Pak Widya sering juga mendapat ucapan terima kasih dari pelanggan yang atas sarannya minum kopi AROMA untuk menyembuhkan diabetes. Karena berdasarkan penelitian seorang profesor di Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung, kopi Robusta dapat diminum untuk mengobati diabetesselain itu jika bubuk kopinya ditaburkan pada luka penderita diabetes akan memiliki efek mengeringkan luka. Meski tingkat keberhasilannya tergantung kondisi luka yang di derita.
Sedang kopi Arabika yang lebih lembut cocok dinikmati dalam suasana santai. Ketika robusta lebih cocok untuk penderita darah rendah , kopi arabika cocok untuk penderita darah tinggi. Tipsnya yang lain adalah untuk kesehatan serta kondisi tubuh yang prima. Ia mengatakan jika takaran dan dosisnya tepat dapat meningkatkan vitalitas tubuh. Ada resepnya bagi anak-anak yaitu seminggu sekali memberi segelas alpukat dicampur gula jawa yang diaduk dengan kopi kental, resep ini membuat anak-anak akan memiliki daya tahan yang lebih baik.
Demikian keseharian AROMA yang penuh kesederhanaan tapi selalu dipenuhi pelanggan dari berbagai kalangan. Selain kopi yang terbaik, kedekatannya dengan pelanggan dan keterbukaannya membuat AROMA bukan saja sebuah bisnis model tapi brand yang memberikan unique experience. Dengan empati-nya, akankah kita mengenangnya hanya sebagai kopi yang menemani keseharian ?
Link terkait : http://indonesiepagina.nl
Filed under Branding, Moment, Sharing, inspiration, motivation, personal, trip | Comments (4)4 Responses to “AROMA KOFFIE FABRIEK: MENJUAL KOPI DENGAN EMPATI”
Leave a Reply








ini kopi memang patoet dipoedjikan itoe poenya rasa !
*always ngopi koffie aroma
aroma dari kopi “AROMA” sangat-sangat mantap! Semoga konsep or prinsip usaha yang dijalankan Pa Widya bisa diteladani oleh pengusaha yang lain.
Yos: tapi beloen semoea oerang tahoe itu poenya rasanja pigimana
Anggrek: “Lebih gampang muji daripada meneladani”
kopi arabika merupakan kopi terlaris, saya ada pertanyaan mohon jawabannya. beberapa hari lalu saya ada kiriman kopi katanya sih arabika udah berupa bubuk dan bungkusnya tertulis kopi bubuk asli istimewa cap jalan layang,tapi aromanya kok gak begitu wangi?dan rasanya sama kopi biasa. dan berapakah harga kopi arabika perkilonya?