Michael Wu Berselancar Menggapai Mimpinya
Seorang surfer kembali ke negaranya dan di kost bekas tempat tingganya selama di Bali ia meninggalkan papan selancarnya. Michael Wu tergelitik memakai dan meminjamnya untuk mencoba hasratnya berselancar di pantai Kuta. Nyatanya, upaya belajar sendiri berhari-hari untuk main surfing gagal. Penasaran dengan kegagalannya, akhirnya Ia sadari penyebabnya ternyata keliru cara belajar dan salah menggunakan jenis papan selancar. Kejadian itu berlangsung tahun 1999 saat Michael menjadi host di Hard Rock Café Bali. Kegagalannya belajar surfing meninggalkan rasa penasaran dan mulai memikirkan perlunya membuat sekolah untuk belajar surfing.
Cita-citanya tak langsung terwujud, lewat perjalanan waktu, di awal tahun 2002 Michael membeli 5 papan selancar untuk mulai mewujudkan mimpinya, namun ketika baru memulai sudah dirundung malang. Bali dan dunia berduka karena terjadinya ledakan bom yang juga menyurutkan segala aktifitas pariwisata Bali. Atas kejadian itu Michael hanya dapat menitip 5 papan selancarnya pada penyewaan papan selancar di Pantai Kuta dengan pola bisnis bagi hasil.
Tahun 2003, ketika Bali sudah bergeliat kembali secara perlahan dengan dinamika pariwisatanya, Michael memulai kembali mimpinya dengan membuka lokasi di Pantai dekat Ramayana, Tuban dan itu hanya bertahan hingga 8 bulan termasuk kegagalannya karena dalam urusan sewa lahan sehingga harus menanggung biaya yang cukup besar. Masalah yang berulang menimpa Michael mewujudkan mimpinya membuat sekolah untuk belajar surfing ini tak membuatnya patah semangat. Michael mencoba lagi dengan membuka kembali sekolahnya di tahun 2004 dengan mengambil lokasi di Depan Mercure, pantai Kuta. Ia memulai kembali dengan 5-7 papan selancar dan memilih nama “Odyssey Surfing School” sebagai nama sekolahnya. Ia bekerjasama dengan surfer local sebagai instruktur, dan mulai membangun doktrin pengajaran dari sisi peminat sehingga menemukan sebuah ungkapan bahwa “Surfing bukan olahraga ekstrim tapi menantang dan fun” Saat itu upayanya mulai banyak diminati oleh banyak orang dan usaha sekolah surfingnya mengalami progress yang baik.
Tahun 2006 mulai banyak travel agent dan hotel-hotel mengontaknya untuk bekerjasama. Banyak diantara mereka memerlukan mitra terpercaya untuk merekomendasikan surfing school yang “baik dan benar” Odyssey telah menjawab tantangan itu dengan kemampuannya menerima peminat dari segala bangsa dengan sangat baik. Akreditasi dari Academy of Surfing Instructors yang bermarkas di Australia pun dimiliki dan selalu diperbaharui setiap tahunnya setelah melalui inspeksi yang ketat.
Pada tahun 2007 Oakley, sebuah leading brand lifestyle mensponsori Odyssey Surfing School dan mengajaknya bermitra, dan di tahun 2008 Surfer Girl melakukan hal yang sama. Kepercayaan ini tidak terlepas dari cara penanganan Michael terhadap usahanya sehingga membangun reputasi dan kepercayaan bisnis yang tinggi.
Di tahun 2008, kesuksesan bisnis surfing schoolnya mengundang banyak pengusaha maupun pemegang merk clothing membuka hal yang sama sehingga bisnis ini kian marak. Kompetisi tak terelakkan, namun kondisi ini tak membuat Michael surut menjadikan Odyssey tetap memiliki daya saing dalam kualitas. Upayanya ditunjukkan ketika para pesaingnya mengiming-imingi surfer asing sebagai instruktur justru Michael dengan bangga menjual “Native Surfer” sebagai instruktur. “Logikanya, yang lebih mengenal pantai di Bali dan karakter ombaknya itu ya peselancar lokal” ujarnya.
Michael, ketika memulai usaha ini memang bukan yang pertama, namun keseriusannya menangani usahanya membuatnya menjadi yang terutama hingga sampai tahun 2010 ini mampu memiliki 200 papan dengan 15 instruktur dan 15 staff lainnya. Odyssey setidaknya mampu mengajari minimum 20 orang per hari tatkala sedang low session dan hingga 40 orang perhari di saat high session. Dalam hal publisitas, Odyssey telah banyak dimuat media cetak dan elektronik baik nasional maupun internasional yang memunculkan feature Odyssey dan mewawancara Michael
Terobosan demi terobosan selalu menyertai perjalanan Odyssey Surfing School dari kepekaan bisnis seorang Michael, kondisi dan reputasi yang diraih Odyssey saat ini tidak membuatnya lekas puas dan merasa mencapai sukses. Justru statusnya saat ini selalu membuatnya jengah dengan mengeksplorasi hal-hal yang dapat menjadikan Odyssey selalu bernilai. Tidak heran dalam promosinya kini Odyssey Surf School mampu mencantumkan kalimat yang akan membuat daya tarik para peminat dan pemula olah raga selancar “Guarantee Standing Up in First Lesson” (Ayip)


