Goods Of Desire (G.O.D.) Studio Visit – HK Trip
Pertamakali berkenalan dengan Douglas Young, pendiri dan aktor intelektual Goods Of Desires (G.O.D.) product lifestyle bernyawa budaya China yang tenar itu di Bangkok Design Festival Oktober pada 2009. Selepas memberikan presentasi di Design Saturday, ia dikerubuti dan diberi selamat oleh pemirsanya. Sebuah penghargaan akan kerja kreatifnya mencipta G.O.D. beridentitas budaya China yang bergaya masa kini. Lalu saya paling buncit di sela rehat makan siang menemuinya dan berkenalan sekaligus mengapresiasi G.O.D. brand ciptaannya itu.
Setahun berlalu dan ketika kunjungi show Ika di HK Fashion Week for Winter 2011 ada banyak waktu luang untuk temui Douglas. Ekspektasinya bisa bertemu di salah satu outletnya di Kowloon yang mudah dijangkau, namun apa daya, sang tuan rumah ingin menerima saya di studio kerjanya sekaligus sebuah museum di kawasan Shek Kip Mei. Tempat itu adalah nama baru dalam referensi HK saya, namun dengan imaji yang berbunga membayangkan sebuah suasana studio maka sore yang dingin itu dengan kereta saya tuju Shek Kip Mei yang berada di perbukitan dan merupakan kawasan baru yang lebih tertata. Studionya berada di gedung The Jockey Club Creative Arts Centre yang besar dan energi kreatif yang kental dengan suasana orang-orang berkarya dan membuat persiapan sebuah eksibisi seni.
Saya dipersilakan masuk di cafe bernuansa 1950an, ternyata itu adalah ruang tamu sekaligus museum entrance. Cafe itu, kata Douglas adalah hibah dari seseorang secara lengkap. Impresi yang diberikan interior dan pencahayaan lampu “warm” menunjukan kehangatan studio dan museum ini. Dekorasinya penuh menutupi dinding dengan aneka koleksi dan karya studio. Tour studiopun dimulai dengan memperlihatkan produk baru G.O.D. dan kenalan dengan para desainernya yang tengah lembur. Statement “Understanding Hong Kong Culture” demikian terasa di studio itu.
Sesi tea time sekaligus ngobrol adalah saat yang paling bersahaja. Douglas berkisah tentang gagasan dan konsepsi G.O.D. lalu kesibukannya mencipta produk baru bersama timnya sekaligus memenuhi undangan presentasi dan seminar, ia menceritakan juga impresinya sewaktu di Bali. Ketika saya mengapresiasinya dengan menyebut kiprahnya sebagai pemberdayaan kultur yang menjadi power Asia ia tersenyum dan mengulang-ulang kata itu seperti menggaris bawahi. Kebersahajaannya tak menyiratkan ia dan G.O.D. adalah peraih begitu banyak award dan reputasi. Inikah rupanya hospitality yang menjadi bagian budaya Asia itu.
Apa yang dilakukan Douglas, adalah sebuah model penting bagi desainer yang negerinya memiliki basis kultur yang kuat macam Indonesia. Mengeksplorasi budaya menjadi komoditas kreatif baru adalah tantangan sekaligus peluang. Selepas percakapan hangat itu dengan malas saya harus pamit dan sepanjang jalan yang dingin menuju stasiun Shek Kip Mei saya kantongi kedua tangan agar sehangat kepala yang tiba-tiba menggelora.
Wanchai, January 2011











