Pasar Tradisional di tengah modernitas – HK trip
Entah mengapa pertanyaan wajib yang muncul ketika ada di sebuah tempat baru adalah “Dimana lokasi pasar tradisional?” Tak terkecuali ketika di metropolitan Hong Kong, senang rasanya bisa menemukan pasar Wanchai. Akhirnya selalu berulang tiap ke Hong Kong selalu sempat berada di pasar Wanchai yang pertamakali dikunjungi 2008 ini. Alasan paling klise sejujurnya di pasar tradisional masih tersisa peradaban yang orisinil dari sebuah tempat. Sebuah momen berharga untuk mengenali lingkungan baru secara lebih lengkap.
Pertamakali bertanya soal keberadaan pasar tradisional ke warga Hong Kong mereka selalu jawab “Kami sudah tak punya yang seperti itu lagi” Tapi rasa penasaran membuat yakin bahwa hal semacam ini pasti masih ada. Dan buktinya malah secara tak sengaja ketika mencari mainan anak anak malah menemukan pasar dengan suasana yang dibayangkan. Sebuah pasar tradisional dengan aroma khas yang dikungkung gedung-gedung menjulang dan kesibukan sebuah metropolitan.
Pasar Wanchai merupakan beberapa ruas jalan yang difungsikan sebagai pasar, tiga ruas jalan utamanya disesaki pedagang aneka keperluan mulai dari sayur, buah, daging dan keperluan rumah tangga. Sementara di ruas jalan lainnya banyak kedai makan ketika di pagi hari dipenuhi mereka yang membaca koran sambil sarapan. Di pojok jalan pasar saya temukan kuliner lokal, Nasi Tim Ayam yang sangat lezat dengan Teh Hijau panas sebagai pasangannya.
Yang menarik di pasar Wanchai ada kios recycling dimana kardus dan kertas, botol botol dan barang bekas lainnya dikumpulkan dan dikemas secara rapi. Lalu pasar ini ramah balita dan penyandang cacat. Beberapa kali saya berpapasan dengan ibu yang mendorong kereta bayinya dan seseorang berbelanja dengan kursi rodanya. Berkeliling di pasar Wanchai memang menyenangkan karena bersih dan teratur ditengah kekhasan ‘semerawut’ pasar, berkeliling dan merekam imaji pasar Wanchai juga berkah luar biasa. Paling tidak kalau tetangga terpilih jadi kepala pasar bisa saya sharing betapa pasar tradisional masih bisa eksis melawan arogansi pasar modern.
Wanchai, January 2011

Pemandangan kesibukan multikultur di pasar Wanchai pagi hari

Aksesoris tradisional pasar Wanchai termasuk sepeda onthel

Manula masih banyak berbelanja sendiri di pasar Wanchai
2 comments









Dibanding pasar tradisional di Bali, sepertinya kesan bersih dan tertib sangat kental pada foto-foto di atas.
Betul. Kita mendambakan pasar tradisional yang keren. Sepertinya Denpasar telah memulainya di Renon dan di pasar Sindu, Sanur