rss search

Case Kangkung Rai Bangsawan nan Aduhai

line Case Kangkung Rai Bangsawan nan Aduhai

Karib saya yang kini jadi mitra di Kopi Kultur, Rai Bangsawan, adalah seorang yang kukuh pendiriannya sebagaimana kata hatinya berkata. Begitupun ketika ia mengundurkan diri dari jabatannya sebagai konsultan di perusahaan agro multinasional yang berkantor pusat di Amerika. Di perusahaan itu, Rai bertugas mendampingi komunitas di negara Asia-Pasifik untuk meningkatkan kinerja agro mereka. Mulai dari mengolah tanah, menanam, memelihara, hingga panen harus menunjukkan hasil yang gemilang, setelah itu baru ia boleh kembali atau dikirim ke negara lain yang memiliki problem pengolahan agro. Gaji besar dan fasilitas istimewa sebagai konsultan tidak dijadikan zona nyaman. Ia memutuskan kembali ke Bali karena menyadari demikian besar potensi agro yang belum dikembangkan di sana.

Tahun 1995 kepulangannya ke tanah Bali merisaukan keluarga dan temannya. Mereka menyayangkan juga membodoh-bodohi Rai karena menyia-nyiakan kesempatan dan status yang mampu menjamin hidup serta karirnya ini. “Kapan lagi kamu akan punya kesempatan sebaik itu Rai?” Ujar emak yang disayanginya mengingatkan. Rai, tak bergeming, ia telah membulatkan niatnya pulang dan mengurus tanah untuk bertani. Menjadi petani adalah angan yang dimilikinya.

Rai kemudian mulai bergerak, ia mengurus sewa lahan di pinggir kota seluas 30 are (setara 3000 meter persegi) dengan harga sewa sekitar Rp 500.000,-  per tahun. Lahan yang disewanya diolah dan dibagi menjadi 30 kotak yang masing-masing seluas 1 are (100 meter persegi). Setiap hari, satu kotak di lahan sewanya itu ia tanami kangkung 1000 titik. Ia menghabiskan 2 jam setiap harinya untuk melakukan ini. Keesokan harinya ia tanami satu kotak lain dengan 1000 titik lagi, demikian pula esok harinya satu kotak lagi ditanami hingga hari ke 28 dan menanam kotak ke 28, ia telah memanen kangkung di kotak pertama dengan hasil 1000 ikat. Ia mendistribusikan 1000 kangkungnya ini di warung-warung pinggir kota Denpasar dengan harga satu ikat Rp 1000,- Itu harga yang murah untuk kangkung segar yang diantar langsung ke tempat penjual. Sehari Rai mampu mengantongi Rp 1.000.000,- cash. Setiap hari hingga hari ke 30, Rai memanen serta menjual kangkungnya dan mempunyai pendapatan selama 1 bulan sebesar Rp 30.000.000,-

Rai berhasil membuktikan kepada ibu dan teman-temannya bahwa gaji yang diperolehnya selama menjadi konsultan mampu disamai bahkan dilampaui dengan menjadi petani kangkung. Pada sisi lain, Rai hendak berbagi soal kecil yang berdampak besar, hanya dengan menginovasi cara dan waktu menanam yang merupakan manajemen penting dalam agro. Dengan pola ini harga menjadi stabil, ketersediaan produk terjaga dan cashflow harian terjamin. Inovasi tak harus selalu lahir dalam produk, sistem dan manajemen adalah arena inovasi yang menarik.

Saya, lalu membayangkan jutaan lahan yang produktif yang sedang digarap petani, atau lahan tidur di penjuru kota, jika diberi knowledge yang tepat dan manajemen pengelolaan lahan yang menunjang, tentu akan menjadi arena produktivitas yang menarik. Rai, bukan seorang dengan latar pendidikan formal agro yang menawarkan solusi dengan kerumitan dan kecanggihan istilah. Yang ditawarkannya adalah hal praktis yang memiliki dampak besar bagi perubahan ekonomi mikro. Contoh kasus kangkung Rai ini menjadi favorit dalam tiap presentasi yang saya sertakan. Ya, hanya dari kangkung saja impresi dan inspirasi telah diciptakan!

Rai, masih melakukan hal lain selain kangkung. Urban farming adalah salah satu yang dikembangkannya termasuk untuk aplikasi di rumah. Pengalamannya mampu menjamin tiap rumah tangga dapat menghemat setidaknya satu juta rupiah sebulan jika menanam kebutuhan dasar dapur dan sayur di halaman dan pot dengan cara yang benar. Ya, dengan cara yang benar! Itu syarat mutlak. Rai, selain kini bermitra di Kopi Kultur juga tengah siapkan RAI Academy. RAI, bukan nama yang ingin ia promosikan, RAI adalah Rawat Alam Indonesia. Gotcha!

Tulisan ini pertamakali dimuat di Do.Inc

Twitter del.icio.us Digg Facebook linked-in Yahoo Buzz StumbleUpon

2 comments

line
  1. a!

    wow, hanya dari kangkung bisa dapat 30 juta per bulan! itu gila. betapa kayanya petani2 di pinggiran denpasar jika mereka bisa mendapatkan hasil yg sama.

    nuhun tulisan kerennya, kang..

    line
  2. ayip

    Iya mas Anton, ini cerita lama. Tapi masih tetap menarik buat saya…

    line

Leave a Reply