rss search

next page next page close

Art, shit & parashit

Art, shit & parashit

Menutup tahun 2011, perupa Made Budhiana akan menampilkan karya-karya terkininya dalam pameran tunggal bertajuk Art-shit! Parashit! di Bentara Budaya Bali, Jalan Prof. Ida Bagus Mantra 88 A By Pass Ketewel, 21 Desember 2011-10 Januari 2012 mendatang.  Acara akan dibuka pada Selasa, 20 Desember 2011, Pukul 18.00 Wita.

Sebagai perupa yang aktif menggelar berbagai apresiasi seni dan dialog-dialog budaya, Made Budhiana mencoba mengetengahkan suatu bentuk seni ‘penyadaran’ berupa ‘pameran proses’. Hal tersebut sangat terkait dengan tajuk pameran kali ini yang merupakan sebentuk keprihatinan atas situasi sosial budaya di tanah air, termasuk fenomena dunia seni rupa yang cenderung terlalu mengedepankan orientasi pasar. Dalam pameran ini, Made Budhiana juga membuka ruang seluas-luasnya bagi upaya kolaborasi bersama para seniman dan pelaku sosial dari berbagai latar, di mana “proses” menjadi elemen penting.

“Sebagian karya awal saya bisa menjadi pemicu lahirnya karya bersama, yang finishing akhirnya tetap berpulang pada olah cipta saya sebagai pelaku pameran,” ujar Made Budhiana yang pernah menampilkan eksibisi tunggal di The Northern Territory Museum of Art and Sciences, Darwin, Australia.

Pada acara pembukaan mendatang akan ditampilkan pergelaran kolaborasi antara Made Budhiana dengan komposer Wayan Gde Yudane. Pertunjukkan tersebut menyuguhkan suatu kolaborasi antara kekuatan visual dan dinamika musikal yang kemudian akan direspon selama pameran menjadi  karya cipta baru.

“Pameran Made Budhiana ini juga dirangkai dengan acara temu kritikus dan jurnalis yang akan berlangsung pada Kamis, 5 Januari 2011 pukul 18.30 wita,”  ungkap pekerja budaya di BBB, Juwitta Lasut didampingi Putu Aryastawa.

Made Budhiana lahir di Denpasar, Bali, 27 Maret 1959. Pernah berpameran tunggal maupun kolektif di Jerman, Switzerland, Singapura, Malaysia, Australia dan Belanda. Lulusan ISI Yogyakarta ini juga meraih beragam penghargaan, di antaranya ‘Best Painting’ Bali Art Award (1997), Pratisara Affandi Adhi Karya, ISI Yogyakarta (1985 and 1986), Poster Award, Departement of Education and Culture, Bali (1979).

Wayan Gde Yudane, lahir di Kaliungu, Denpasar, menghasilkan karya musik konser, teater, instalasi maupun film. Meraih penghargaan Melbourne Age Criticismsebagai Creative Excellent pada Festival Adelaide, Australia (2000) berkolaborasi dengan Paul Gabrowsky, dll. Tampil di Festival Jazz Wangarata, Australia (2001), keliling Eropa dengan Teater Temps Fort, Grup France and Cara Bali, juga Festival Munich dan La Batie. Karyanya: musik film ‘Sacred and Secret’ (2010), Laughing Water and Terra-Incognita, dan Arak (2004), serta sebagainya.

Pembukaan, Selasa, 20 Desember 2011, pukul 18.00 wita. Pameran berlangsung 21 Desember 2011 hingga 10 Januari 2012, pukul 10.00 – 18.00 wita. Temu Kritikus dan Jurnalis, Kamis, 5 Januari 2012, pukul 18.30 wita. Sepanjang pameran akan diselenggarakan aneka kegiatan seni sebagai proses bersama.

.

Twitter del.icio.us Digg Facebook linked-in Yahoo Buzz StumbleUpon
next page next page close

The Bicycle Diaries by Nyoman Sujana Kenyem

The Bicycle Diaries by Nyoman Sujana Kenyem

Komaneka Fine Art Gallery cordially invites you to the opening of

THE BICYCLE DIARIES
A solo exhibition by Nyoman Sujana Kenyem

Sunday, December 18, 2011 at 6 pm
(more…)

Twitter del.icio.us Digg Facebook linked-in Yahoo Buzz StumbleUpon
next page next page close

HypomaniCam: Art Photography Exhibition by Lingkar

HypomaniCam: Art Photography Exhibition by Lingkar

HypomaniCam
Pameran Art Photography oleh L
INGKAR Community Bali
Kurator: Arif Bagus Prasetyo
Tony Raka Gallery Ubud Bali
17 April 2011 – 8 Mei 2011

HypomaniCam menampilkan serangkaian karya seni rupa berbasis fotografi. Pameran ini mengusung konsep Kesadaran ber-Kreasi secara Positif dan transparan, over/totalitas penuh dalam berkarya, mengesampingkan nilai-nilai fotografis yang biasa dijadikan pacuan kompetitif seni fotografi, serta mendorong lebih jauh intervensi fotografi pada ranah seni rupa. Tampilan karya memperkuat citra konsep ‘menangkap lebih banyak cahaya’ untuk diekspresikan dalam sebentuk energi bebas yang nyata dan selalu bisa dinikmati dengan mood yang baik. (more…)

Twitter del.icio.us Digg Facebook linked-in Yahoo Buzz StumbleUpon
next page next page close

Urbanities: Photo Exhibition by Rio Helmi

Urbanities: Photo Exhibition by Rio Helmi

Rekaman Rio Helmi ketika melanglang dengan kameranya di berbagai kota urban adalah “jarak” antara manusia dengan manusia, manusia dengan hidup dan lingkungannya. Pameran akan diselenggarakan di Danes Art Veranda, jalan Hayam Wuruk 159 Denpasar, 15-29 April 2011. Pembukaan akan dilakukan Jumat 15 April 2011 pukul 19.00 Wita dan dibuka oleh Ir. I Gst. Pt. Anindya Putra, MSP Kepala Bappeda Kota Denpasar. Pada Sabtu 16 April 2011 akan diselenggarakan diskusi mengenai kehidupan Urban dengan dipandu moderator Juniartha. (more…)

Twitter del.icio.us Digg Facebook linked-in Yahoo Buzz StumbleUpon
Art, shit & parashit

Art, shit & parashit

Menutup tahun 2011, perupa Made Budhiana akan menampilkan karya-karya terkininya dalam...
article post
The Bicycle Diaries by Nyoman Sujana Kenyem

The Bicycle Diaries by Nyoman Sujana Kenyem

Komaneka Fine Art Gallery cordially invites you to the opening of THE BICYCLE DIARIES A...
article post
HypomaniCam: Art Photography Exhibition by Lingkar

HypomaniCam: Art Photography Exhibition by Lingkar

HypomaniCam Pameran Art Photography oleh LINGKAR Community Bali Kurator: Arif Bagus...
article post
Urbanities: Photo Exhibition by Rio Helmi

Urbanities: Photo Exhibition by Rio Helmi

Rekaman Rio Helmi ketika melanglang dengan kameranya di berbagai kota urban adalah...
article post