WORLD SILENT DAY CAMPAIGN IN KL DESIGN WEEK 2010

May 4th, 2010

EcoDezign-You-dont-have

SHOULD WE ASK “QUESTIONS” TO PAUL WHITEHEAD ABOUT GENESIS?

December 8th, 2009

genesis-tresspass
Paul Whitehead’s work of art for Genesis album Trespass (1970)

This story is strength but its true. On last posting in my blog about 2 weeks ago I wrote about progressive music, cover album and the designers. When I wrote about my fave Genesis on “Foxtrot” I mention about Paul Whitehead, the man behind impressive art for legendary progressive rock group Genesis. He is a painter and designer for Charisma label. Continue reading »

MENIKMATI STREAMLINE ART DECO SAVOY HOMANN BANDUNG

December 9th, 2008

I was born in Bandung, dan saya tahu apa yang menjadi bagian khas yang melekat di kota ini. Hampir 30 tahun meninggalkan Bandung dan 7 tahun lalu sempat singgah sebentar selalu saja bagian-bagian kota ini begitu mengesankan buat dikenang. Kuliner dari yang kaki lima hingga kelas restoran dan bangunan tua bergaya modern di era Art Deco memenuhi hampir sepanjang jalan di tengah kota sampai ke utara. Barangkali kota Malanglah yang setting kotanya menyerupai Bandung ini.

Ketika harus ke Bandung untuk urusan Kongres PPPI awal Desember 2008 ini, alangkah indahnya dapat merasakan suite Asia Afrika Wing di Savoy Homann. Kamarnya berada di lantai 3 dengan view lebar menghadap Gedung Merdeka yang legendaris. Sebagai pengagum arsitektur dan langgam desain Art Deco yang modern dan dinamis itu, perjalanan ke Bandung kali ini adalah berkah luar biasa.




Dalam referensi yang disediakan Hotel Savoy Homann, gedung ini berdiri pada tahun 1880 yang semula berbentuk ‘country cottage’ gaya Romantik milik keluarga Homann lalu atas instruksi Fr. J. A. Van Es –seorang ahli bidang perhotelan yang sukses mengelola Hotel “Des Indes” di Batavia-didesain ulang oleh A.F Aarlbers pada tahun 1936 dengan gaya modern streamline art deco dengan ciri khas utama “Ocean Wave Façade” dan tower di bagian tengah bangunan sedang di dalam bangunan lebih bercorak ‘Tropical Deco’.

Segera setelah usai reka ulang ini Savoy Homann menjadi lebih bagus dan luas dengan identitas bangunan kuat yang menjadi salah satu landmark kota Bandung. Setelah itu Savoy Homann menjadi hotel favorit di Asia Tenggara bahkan Charlie Chaplin pernah menjadi tamunya. Lalu pada saat berlangsungnya Konferensi Asia Afrika hotel ini menjadi official hotel bagi tamu Negara peserta KAA 1955. Konon, suite satu lantai dibawah suite yang saya tempati adalah kamar favorit Bung Karno. Pada tahun 80-90 an imagi saya tentang Homann adalah sebuah hotel yang “menyeramkan”. Karena tidak terawat dan tidak ada yang antusias menjadikannya sebuah “Hotel baru yang menyimpan kisah”



Setelah sekian lama terabaikan kini manajemen Bidakara Hotel mengoperasikannya dan segera menjadi hotel yang memiliki tingkat hunian cukup baik. Setelah berkeliling ke setiap sudut hotel nampak upaya rekonstruksi kepada gaya semula baik pada interior maupun aksesoris baru terutama pada furniture dan elemen penunjangnya cukup berhasil. Namun jika mau berupaya menggali lebih mendetail lagi maka akan lebih sempurna dan terasa “soul”nya.

Ada beberapa hal menarik yang cukup menggelitik ditemui di Savoy Homann ini. Jika kita akan keluar dari lobby menuju halaman parkir maka kita akan membaca tulisan “mox salvus redeas” di dinding diatas main gate. Menurut referensi, tulisan itu adalah bahasa Latin yang akrab dengan para traveler artinya ‘May you soon return safe’. Sedang dibawah tulisan itu pada dinding sebelah kiri nampak peta pulau Jawa dengan gaya visual dan ilustrasi Art Deco berisi tulisan “IND. RAILWAY STATION” yang tentu saja memperlihatkan titik-titik stasiun kereta di pulau Jawa. Disebelahnya ada ilustrasi bergambar kereta api dan semacam Dewa-Dewi dengan Kerbau yang barangkali melambangkan kemakmuran tanah Jawa.



Koxp Güncel Koxp All-STAR Hack Haber