DICARI: “ANAK ANAK NAKAL” INDONESIA
Hasil jalan jalan ke blog tetangga nyangkut juga di selasarnya pakde Totot. Ditengah kesibukannya di kantornya Satu Citra, sempat sempatnya menjadi juru kampanye untuk nge-blog. Bukan Cuma itu, blognya kini semakin ciamik dibenahi dan dipercantik (apa diperganteng) jadi makin nyaman dibaca. Dan bukan Cuma itu sodara-sodara, postingannya itu yang bikin geleng geleng kepala, ringkas, bernas tapi beringas (Singa kalee).
Tengok postingannya terakhir tentang tulisannya yang dimuat di De Filmkrant, majalah film Belanda berusia 26 tahun dengan oplah 35.000 eksemplar per bulan, membuat suplemen khusus “What’s going on in…?! Reports from Rotterdam and in the rest of the world.”
Suplemen yang diterbitkan dalam De Filmkrant edisi 289 ini memuat tulisan 11 kritikus film dari 11 negara (Belanda, Argentina, Afrika Utara, Afrika Selatan, Prancis, Austria, Russia, Indonesia, Jepang, China, dan Filipina) mengenai situasi mutakhir sinema di negara masing-masing. Dari Indonesia yang didaulat ya Pakde Totot (Yang dia bilang kebetulan dipilih…) dan tulisannya “Anak-anak Nakal” Sinema Indonesia. Isinya menggambarkan bagaimana sinema di Indonesia turut dibangun diantaranya oleh “anak anak nakal” itu. Dan ternyata keberadaan “anak anak nakal” ini penting bukan hanya di dunia sinema. Tapi di bidang kreatifitas apapun atau di bidang apapun. Apa “Anak anak nakal” itu ? Kata Pakde Totot: “Mereka yang berkarya diluar mainstream”. Saya tambahkan, yang di dalam karyanya termuat unsur kebaruan.
Jika Pakde hanya menulis “Anak anak Nakal” Sinema Indonesia itu semata karena ia mengakrabi sinema yang menjadi minatnya. (Baca juga postingannya yang lain di blognya atau di Kompas). Ini kajian menarik buat kita karena ada minat dan ada konsistensi. Dan bukan Cuma itu, dia sendiri sudah menunjukkan menjadi “Anak Nakal” di film review atawa kritik film. Ia akan selalu mencari inspirasi karena akan ia bagi lagi menjadi inspirasi bagi yang lainnya. Suatu saat dalam chat dengannya ia menulis ” Tunggu gue 3 tahun lagi di Bali…”. Mau tau apa yang direncanakannya kelak 3 tahun lagi dari sekarang ? Ya tunggu aja kabar selanjutnya…
Kesimpulannya, Indonesia memang perlu lebih banyak “Anak-anak Nakal” yang mau menjadi lokomotif perubahan yang membawa pada kebesaran dan rasa bangga bangsanya. Terima kasih Pakde telah menunjukkan sebagian “Anak anak Nakal” Indonesia…
Filed under Special, motivation | Comments (3)“BRANDING INDONESIA” ALA JEFFREY POLNAJA
Tiba tiba malam ini saya membayangkan mentalitas macam apa yang dimiliki “vintage” friend saya Jeffrey Polnaja atawa kang Jeje atau JJ yang berkeliling dunia naik motor dan sendirian. Apakah kebanyakan orang akan berpikir “euweuh gawe” alias kagak ada kerjaan atau sebaliknya ?
Jangan keburu berpikiran macam macam, misi dia dengan aktifitas ini adalah „Ride for Peace“ misinya didefinisikan sebagai : “dedicated mission for Worldwide Peace. The road to recovery through the virtue of strengthening people to people ties between Indonesia and the world; touching the hearts and minds of the world societies.” Ia secara resmi menjadi duta Indonesia bagi perdamaian demikian Adhyaksa Dault ketika melepas anak muda asal Bandung ini pada 23 April 2006 di Jakarta. Saya memang merasa bersalah. Selepas start yang dilakukannya di Jakarta itu saya bilang saya akan menulisnya sebagai rasa simpati. Tapi entah kenapa hingga Oktober 2007 saya baru diingatkan lagi ketika serombongan teman dari Bandung datang bercerita tentang dia dan saat itu berusaha menelpon Kang Jeje lewat selularnya namun tidak aktif. Lalu saya pun tak ingat lagi selepas itu.
Kang Jeje saya kenal di klub VW sepuluh tahun lalu dan merupakan salah satu senior di klubnya Volkswagen Club Bandung. Jeje atau JJ yang menjadi nickname-nya adalah singkatan dari “Jurig Jalanan” atau “Phantom of the Road”, jiwa adventurnya memang sangat kental melekat pada dirinya. Jika kita bertemu muka dengannya segera kita akan tau karakter “ngoboy”-nya. Jauh sebelum menjalani “ride for Peace” ini ia telah mengalami banyak petualangan baik yang dilakukannya secara grup maupun sendiri dengan naik motor. Solo tripnya yang pertama dengan motor dilakukannya tahun 1978 dengan menggunakan motor CB 100 dari Bandung ke Bali return. Ia aktif dan berprestasi di olahraga berkuda dan bermotor mewakili Bandung dan Indonesia. Tahun 1996 terpilih menjadi “Captain Marlboro Adventure Team” (MAT) di Utah, Amerika Serikat. Ia meraih skor tertinggi pada “Motorcycles Off-Road” di Mantila Sal Nat Park, Amerika Serikat. Selain itu, dialah satu-satunya anggota International Long Rider Society asal Indonesia.
Dengan menggunakan Motor BMW R1150GS `Adventure` bernomor polisi D 5010 JJ yang diberi nama Mahesa (bahasa Jawa yang artinya “kerbau”) ini didesain khusus oleh pabrik BMW di Jerman. Motor bermesin 1.150 cc dapat „digeber“ dengan kecepatan maksimal 190 kilometer per jam dan kapasitas tangki bensin 30 liter. Total berat motor plus perlengkapan seperti peralatan tidur, memasak, makanan, montir, GPS (global positioning system) mencapai 400 kilogram. Rute yang dilalui Kang Jeje terbagi menjadi dua etape, masing-masing selama dua tahun. Pertama, menyusuri 50 negara di Asia, Afrika, dan Eropa. Kedua, menyusuri sekitar 54 negara di benua Amerika dan Australia. Diprakirakan petualangan perdamaiannya ini akan berakhir tahun 2011, karena ada selang rehat setahun di antara dua etape.
![]()
![]()
![]()
Sekelumit kisahnya dapat kita lihat di situs resmi “Ride for Peace”. Dalam emailnya dia menulis: “Banyak yang menolong dengan memberi makan minum dan penginapan gratis,” bahkan pernah nginap gratis di kamar hotel bertarif US$ 3.000 per malam yang menanggung adalah seorang pengusaha di Dubai, Uni Emirat Arab.
Kemudahan seperti ini tak lepas dari karakter Kang Jeje yang ramah, gampang
bergaul, dan komunikatif. Walau hanya menguasai bahasa Inggris tak menjadi kendala untuk berkomunikasi dengan penduduk negara asing. Jika sudah mentok, ia biasa menggunakan bahasa “tarzan”. Dan ternyata bisa dipahami. Salah satu bukti keampuhan gaya komunikasi Kang Jeje adalah saat ditodong senjata oleh milisi remaja berusia 16 tahun di Laos. Kang Jeje berupaya tenang, lalu mulai mengeluarkan kartu dan main sulap. Mereka jadi terhibur dan membolehkan Kang Jeje lewat. Hebring Euy…
Makna misi perdamaian Kang Jeje makin terasa di wilayah-wilayah konflik dan rawan kejahatan yang sempat dilalui. Selama melewati Kabul, Afghanistan, mesin perang, ranjau, dan milisi bersenjata lengkap dari beragam suku menjadi pemandangan umum. Untunglah, berbekal misi perdamaian, Kang Jeje tak mengalami masalah.
![]()
![]()
![]()
Semua kisah dalam perjalanannya dituangkan dalam diary termasuk merasakan dingin menunggang Mahesa di wilayah pegunungan Himalaya dengan suhu minus 18 derajat celcius. Dalam perjalanannya yang edan ini Kang Jeje telah merekam lebih dari 30.000 gambar dan merusakkan 4 kamera. Kelak, katanya jika sudah usai perjalanan ini akan membagi pengalamannya yang lengkap dalam sebuah buku, agar banyak anak bangsa terinspirasi oleh perjalanannya.
Lalu dimanakah saat ini dia berada? Melihat update info di situs “Ride for Peace” sekarang ia berada di Rumania dan masih panjang perjalanannya untuk kembali ke negeri tercinta ini. Apa benar misinya ini efektif sebagai misi perdamaian dunia sekaligus duta pariwisata Indonesia? Kalo tidak percaya ketik namanya di search engine dan lihat satu persatu komentar dan berita tentangnya di Negara-negara yang dilaluinya. Yang ia lakukan menurut saya sesungguhnya adalah bagian dari program “Branding Indonesia” ke mancanegara yang dilakukan secara independent alias inisiatif sendiri. Bukan hanya untuk kebanggaan tapi juga untuk menunjukkan ketangguhan bangsa. Maka marilah kita doakan Kang Jeje semoga misinya tercapai, perjalanannya lancar dan kembali ke Indonesia dengan selamat. Dan semangatnya mampu memotivasi kita untuk berkarya menjadi duta Indonesia. Buat Kang Jeje, whatever people said, you are the one! Perahu dibuat bukan untuk ditambat di pelabuhan, Ia harus mengarungi samudera dan hanya singgah di pelabuhan….
Sabtu 15 Maret 2008
Diolah dari berbagai informasi
WHAT Year of the Earth Rat SAID?

It’s not something you must really believe but you might be very happy if the next year in Chinese new year predict optimistic. The Year of the Earth Rat is predicted to be an exciting year full of new beginnings and accomplishments as the elements of Earth and Water come together.
NOTES & TIPS:
1. The Rat is the first of the 12 animal signs, year One of a sixty-year-cycle. The Earth Rat Year is an excellent opportunity for a new start. Whether it is in your life, in your career, when dealing with money issues, or working on your social relationships, the powerful, positive energy in 2008 makes this an ideal time for new beginnings..
2. The arrival of 2008 marks a milestone in your Career. You will reap the rewards for the patience and efforts you had sown in the yesteryears. A constructive year where Fortune truly favors the Bold. It also brings about an increased social status.
3. If you are self-employed, you will be flooded with opportunities. Make sure that you weigh and select the right ones without any preconceived notions - seek advice from the friends and the family, if needed. Once you decide, immerse yourself full hearted into the project to get complete results. All your bold initiatives will bring more opportunities and improvements.
4. Think ahead and be extra calculating. Make major long term decisions in 2008. And don’t look back. Life is too short to regret missed opportunities that are probably out of fashion anyway. Stay alert. Leap into new projects with your usual enthusiasm, but hold the reckless abandon.
What’s the bad things? You better out of that and always think positively. It’s just like the nature of our life. The good and the bad come and go and give us learning curves. That’s the way life goes…
Filed under inspiration, motivation | Comments (3)







