THERE IS A TIME FOR US TO CHANGE

Rasanya baru kemarin kita memasuki 2007. Kini semuanya telah berganti. Begitu cepat waktu berlalu. Padahal belum seberapa kita memaknainya. Lebih banyak kata dan mimpi. miskin aksi nyata. Lebih banyak mengurus orang lain ketimbang diri sendiri. Lebih banyak mencacati karya orang lain daripada berkreasi sendiri. Lebih banyak defensif daripada konstruktif.
Tapi masih saja kita diberi waktu dan kesempatan. Yang seharusnya dapat kita manfaatkan bukan mengulang tapi membuat sesuatu yang berarti. Kalau begitu mari kita “Do It”. Tambahkan cinta dan harapan. Kita songsong tahun baru dengan kerja yang nyata. Cheers to a new year and another chance for us to get it right. OW
GOD, ALLOW US TO FLY IN YOUR SKY
Who own the sky?
and this entire world?
Enjoy the bumper sticker but my notes are double statements:
First: Against the “blacklist” for Indonesian aviation flying to Europe by the EU.
Second: Ask Indonesian government to build trust with improve safety standards for commercial aviation in the country.
NATIONAL SPIRIT WITH GLOBAL FLAVOR
Halo Indonesia?
Pernahkah kita menyadari betapa “kuatâ€nya kata INDONESIA?
Seperti kuatnya kekayaan yang kita miliki jika diberdayakan.
Sudahkah kita menyadari peran penting kita menggalinya buat kebanggaan bangsa kita?
Sesekali kita bicara soal republik ini kan gak serem ya…
Karena siapa lagi kalo bukan kita yang melakukannya
17 Agustus sebentar lagi…
Seperti dua tahun lalu ketika pertamakali muncul bumper sticker „The Only One I Love, INDONESIA“ Kini idenya bertambah jadi „Together in One, Indonesia“ dan „What You Have Been Done for Indonesia“. Semuanya dipersembahkan untuk kebanggaan kita pada Indonesia dan mengajak semua ikut serta. Stickernya gratis, tapi limited edition… Barangkali ada funding yang mau cetak dalam jumlah banyak dan buat dibagikan secara Cuma-cuma… Aduhai sekali… (Tapi jangan beli barang bajakan di International Departure Airport Ngurah Rai) Dengan desain yang sama, persis, blek! Mereka adalah mentalitas yang harus kita lawan. Mau kampanye nasionalisme kok dibajak…Harusnya tidak dijual.








