<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	>

<channel>
	<title>ayipbali</title>
	<atom:link href="http://www.ayipbali.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.ayipbali.com</link>
	<description>Not life, but good life, is to be chiefly valued</description>
	<pubDate>Fri, 04 Jul 2008 02:37:10 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.5.1</generator>
	<language>en</language>
			<item>
		<title>KREATIFITAS, AKAN(kah) MENJADI MOMEN KEBANGKITAN BANGSA INDONESIA (?)</title>
		<link>http://www.ayipbali.com/2008/06/27/kreatifitas-akankah-menjadi-momen-kebangkitan-bangsa-indonesia/</link>
		<comments>http://www.ayipbali.com/2008/06/27/kreatifitas-akankah-menjadi-momen-kebangkitan-bangsa-indonesia/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 27 Jun 2008 09:27:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ayip</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Portfolio]]></category>

		<category><![CDATA[Sharing]]></category>

		<category><![CDATA[Special]]></category>

		<category><![CDATA[inspiration]]></category>

		<category><![CDATA[motivation]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ayipbali.com/?p=341</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;Tidak akan berubah nasib sebuah bangsa tanpa upaya perubahan dari bangsa itu. Petikan bebas dari sebuah kitab suci yang dapat memotivasi keyakinan kita&#8221; 

1. Handicraft kreasi Asia Line Bali
2. Kreasi Fashion dari materi daur ulang pada Bali Fashion Week
3. Alun-alun Indonesia, model pemasaran kreatifitas Indonesia
Kita Sudah Melakukannya, Kini Lebih Menggairahkan
Saya ada kabar baik. Seorang teman, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p>&#8220;Tidak akan berubah nasib sebuah bangsa tanpa upaya perubahan dari bangsa itu. Petikan bebas dari sebuah kitab suci yang dapat memotivasi keyakinan kita&#8221; </p></blockquote>
<p><a href='http://www.ayipbali.com/wp-content/uploads/2008/06/asia-line.jpg'><img src="http://www.ayipbali.com/wp-content/uploads/2008/06/asia-line-150x150.jpg" alt="Handicraft design from Asia Line Bali" title="asia-line products" width="150" height="150" class="alignleft size-thumbnail wp-image-343" /></a><a href='http://www.ayipbali.com/wp-content/uploads/2008/06/bali-fashion-week.jpg'><img src="http://www.ayipbali.com/wp-content/uploads/2008/06/bali-fashion-week-150x150.jpg" alt="Recycled product become fashion creation" title="bali-fashion-week" width="150" height="150" class="alignnone size-thumbnail wp-image-347" /></a><a href='http://www.ayipbali.com/wp-content/uploads/2008/06/alun-alun-indonesia.jpg'><img src="http://www.ayipbali.com/wp-content/uploads/2008/06/alun-alun-indonesia-150x150.jpg" alt="Alunalun Indonesia" title="alun-alun-indonesia" width="150" height="150" class="alignnone size-thumbnail wp-image-345" /></a></p>
<blockquote><p><em>1. Handicraft kreasi Asia Line Bali<br />
2. Kreasi Fashion dari materi daur ulang pada Bali Fashion Week<br />
3. Alun-alun Indonesia, model pemasaran kreatifitas Indonesia</em></p></blockquote>
<p><strong>Kita Sudah Melakukannya, Kini Lebih Menggairahkan</strong><br />
Saya ada kabar baik. Seorang teman, penggiat bidang kreatif seperti saya sangat takjub dan terkejut ketika diingatkan bahwa dunia yang ditekuninya selama ini menjadi seorang arsitek berpotensi mendorong peningkatan perekonomian Indonesia secara nyata. Lebih jauh lagi hal ini menjadikannya terharu dan memiliki <em>insight</em> untuk bekerja dan berkreasi lebih baik lagi. Hal serupa saya <em>share</em> juga dengan teman-teman lain yang perupa, pesastra, musisi, penulis, penerbit, designer dan teman serta klien betapa melalui bidang kreatifitas secara nyata mampu mencetak nilai yang signifikan baik bagi dunia mikro yaitu dirinya dan lingkungannya maupun dunia makro yaitu bangsa dan negaranya. Dan bayangkan jika semakin banyak insan Indonesia berdinamika dalam bidang kreatif membuat mata rantai kreatif yang mampu menginspirasi dan menggerakan banyak insan Indonesia lainnya melalui budaya kreatif. <em>Knowledge economy</em>, adalah sesuatu yang telah dilakukan oleh teman-teman saya itu. Dengan pengetahuan dan kreatifitasnya mereka membuat nilai yang berdampak ekonomi. Namun untuk lebih spesifik lagi adalah <em>creative economy</em> yang dapat lebih memfokuskan lagi menjadi sebuah gerakan moral membangun ekonomi Indonesia melalui industri kreatif.</p>
<p><a href='http://www.ayipbali.com/wp-content/uploads/2008/06/arsitektur.jpg'><img src="http://www.ayipbali.com/wp-content/uploads/2008/06/arsitektur-150x150.jpg" alt="New architecture of Bali" title="arsitektur" width="150" height="150" class="alignnone size-thumbnail wp-image-350" /></a><a href='http://www.ayipbali.com/wp-content/uploads/2008/06/ubud-writers-readers-fest.jpg'><img src="http://www.ayipbali.com/wp-content/uploads/2008/06/ubud-writers-readers-fest-150x150.jpg" alt="UWRF 2008" title="ubud-writers-readers-fest" width="150" height="150" class="alignnone size-thumbnail wp-image-351" /></a><a href='http://www.ayipbali.com/wp-content/uploads/2008/06/nyoman-sura.jpg'><img src="http://www.ayipbali.com/wp-content/uploads/2008/06/nyoman-sura-150x150.jpg" alt="Sura, contemporary dancer &#038; coreographer" title="nyoman-sura" width="150" height="150" class="alignnone size-thumbnail wp-image-352" /></a></p>
<blockquote><p><em>1. Arsitektur Kontemporer di Bali : The Legacy, Kulkul Green School, The Campuan<br />
2. Ubud Writers &#038; Readers Festival, model acara profesi kreatif<br />
3. Nyoman Sura, penari dan koreografer kontemporer</em></p></blockquote>
<p><strong>Bayi Ajaib Bernama Creative Economy</strong><br />
Tapi, tunggu dulu. Sebetulnya apa <em>creative economy</em> ini ? Salah satu penggagasnya, <a href="http://www.creativeeconomy.com/john.htm">John Howkins</a> mengungkapkan dalam judul bukunya yang best seller <strong>“The Creative Economy: How People Make Money from Ideas”.</strong> Respon dunia pun menggelora. Salah satunya Marubeni Research Institute, Tokyo atas pembacaan buku itu memprediksi &#8220;Shows how the creative economy will be the dominant economic form for the 21st century.&#8221; Lalu dalam sekejap istilah ini bagai bayi ajaib. Pemerintah Inggris secara serius memulai program <em>creative economy</em>-nya pada tahun 1995. Lalu diikuti serangkaian aktifitas diantaranya pemetaan industri kreatif yang dilakukan tahun 1998 dan 2003 oleh Department of Culture, Media and Sport di Inggris. dan segera setelah itu menjadi program penting karena industri kreatif menyumbang begitu besar bagi devisa Inggris. Bahkan lewat program <a href="http://www.creativeconomy.org.uk/iydey/">International Young Creative Entrepreneur of the Year</a>, Inggris mengkampanyekan kreatif ekonomi ke seluruh dunia dengan mencari talenta muda terbaik dalam bidang kreatif yang memiliki jiwa kewirausahaan. Indonesia adalah salah satu negara yang dipacu setiap tahunnya melalui <a href="http://www.britishcouncil.org/indonesia-arts-iycey.htm">British Council</a>, dan yang terpilih akan dikirim ke Inggris untuk mengikuti kualifikasi tingkat dunia sekaligus berkiprah dalam acara 100% Design. Tujuannya membagi pengalaman terbaik Inggris di bidang ekonomi kreatif, pendidikan seni dan kewirausahaan. Negara-negara lain tentu saja bergegas membuat tunggangan baru lewat <em>creative economy</em> ini. Di Asia, Negara Jepang, Korea, India, Hong Kong, Singapura bahkan Thailand secara tegas pemerintahnya memprioritaskan program ini untuk digulirkan segera. Menggaris bawahi Thailand yang hampir mirip tipikalnya dengan Indonesia, coba simak <em>statement</em>nya: “In order to maintain competitiveness in the global market, Thailand can no longer expect to compete with other countries merely in terms of lower labour costs. Thailand needs to capitalize on its creativity in designing products and services to better meet market requirements.” Nah lo. Bagaimana dengan Indonesia ?</p>
<p><a href='http://www.ayipbali.com/wp-content/uploads/2008/06/indonesia-creativity-creati.jpg'><img src="http://www.ayipbali.com/wp-content/uploads/2008/06/indonesia-creativity-creati.jpg" alt="Creative Activities mapping by British Council" title="indonesia-creativity-creati" width="500" height="245" class="alignleft size-full wp-image-344" /></a></p>
<blockquote><p><em>Program Pemetaan Aktifitas Kreatif oleh British Council</em></p></blockquote>
<p><strong>Untuk Kemajuan Bangsa, Tidak Ada Kata Terlambat</strong><br />
Di Indonesia sendiri gagasan <em>creative economy</em> digulirkan <a href="http://www.nafed.go.id/mediacenter.php?ctrl=info&#038;idberita=17">Indonesia Design Power</a> melalui beberapa aktifitas dan perencanaan program yang akhirnya melalui Departemen Perindustrian bermitra dengan pemerintah. Tak heran jika SBY menyuarakannya pada <a href="http://www.indonesiaheritageproduct.com/">Pekan Produk Budaya Nusantara</a> 2007 dan istilahnya disebut Ekonomi Gelombang Ke-4. <a href="http://www.presidensby.info/index.php/pidato/2007/07/11/687.html">&#8220;Saya secara khusus mengajak untuk mengembangkan ekonomi kreatif dengan memadukan ide, seni dan teknologi,&#8221;</a> Katanya. Karena secara rangkaian, Gelombang pertama adalah Ekonomi Agraris, Gelombang Kedua adalah Ekonomi Industri, Gelombang Ketiga adalah Ekonomi Informasi dan Komunikasi dan Gelombang Keempat sendiri adalah Ekonomi Kreatif. </p>
<p><a href='http://www.ayipbali.com/wp-content/uploads/2008/06/pekan-budaya-indonesia-1.jpg'><img src="http://www.ayipbali.com/wp-content/uploads/2008/06/pekan-budaya-indonesia-1.jpg" alt="" title="pekan-budaya-indonesia-1" width="500" height="282" class="alignleft size-full wp-image-348" /></a><br />
Semenjak awal diperkenalkan dengan istilah <em>creative economy</em> pada tahun 2005 melalui Indonesia Design Power langsung menjadi sebuah bahan permenungan yang membawa saya kepada sebuah perjalanan mengeksplorasi untuk mengenal istilah itu secara mendalam dan mendapatkan esensinya. Istilah ”ekonomi” seringkali menjebak kita kepada dunia asing yang berat dan luput dari minat untuk dijadikan referensi menarik. Ekonomi itu urusan ekonom. Begitu kira-kira pandangan saya sebelumnya. Namun aneh bin ajaib setelah membaca dan mengamati, lalu memperbandingkannya dengan program ekonomi kreatif di negara lain dan melihat situasi dan kondisi Indonesia, aha!, inilah sebetulnya mutiara bangsa kita. Harapan itu ada disana&#8230;</p>
<p><a href='http://www.ayipbali.com/wp-content/uploads/2008/06/industri-kreatif.jpg'><img src="http://www.ayipbali.com/wp-content/uploads/2008/06/industri-kreatif-150x150.jpg" alt="Knowing Creative Economy Era" title="industri-kreatif" width="150" height="150" class="alignleft size-thumbnail wp-image-355" /></a><a href='http://www.ayipbali.com/wp-content/uploads/2008/06/pengembangan-ekonomi-kreatif.jpg'><img src="http://www.ayipbali.com/wp-content/uploads/2008/06/pengembangan-ekonomi-kreatif-150x150.jpg" alt="Mengapa Kreatif Ekonomi penting?" title="pengembangan-ekonomi-kreatif" width="150" height="150" class="alignnone size-thumbnail wp-image-356" /></a><a href='http://www.ayipbali.com/wp-content/uploads/2008/06/profil-kontribusi-kreatif.jpg'><img src="http://www.ayipbali.com/wp-content/uploads/2008/06/profil-kontribusi-kreatif-150x150.jpg" alt="Profil kontribusi PDB industri kreatif Indonesia" title="profil-kontribusi-kreatif" width="150" height="150" class="alignnone size-thumbnail wp-image-357" /></a></p>
<blockquote><p><em>1. Skema Era Kreatif Ekonomi, Presentasi BUDPAR<br />
2. Skema Mengapa Kreatif Ekonomi Penting, Presentasi Konvensi Pengembangan Ekonomi Kreatif Indonesia<br />
3. Profil Kontribusi Industri Kreatif di Indonesia, idem</em></p></blockquote>
<p>Setidaknya ada 3 hal mendasar yang menjadikan alasan dari kekuatan ekonomi kreatif bagi Indonesia ini:<br />
1.	Ekonomi kreatif sangat bergantung kepada pembangunan sumber daya insani. Membangun insan lebih murah dan mudah ketimbang membangun infrastruktur fisik seperti pada industri lainnya yang mahal dan berdampak lingkungan.<br />
2.	Kreatifitas bukan barang baru bagi masyarakat Indonesia dan telah dibuktikan dengan perkembangan yang terjadi sebelum kita mengenal istilah creative economy. Dari peninggalan nenek moyang kita dalam varian yang beragam berbentuk seni dan budaya seantero Nusantara sampai kreatifitas terkini dalam musik, pertunjukan, film, desain dan banyak lagi yang kini merubah peta minat terhadap profesi berbasis kreatifitas.<br />
3.	Potensi kreatif negara Indonesia yang ada sangat besar: jumlah penduduk Indonesia, keragaman seni dan budaya Indonesia serta akses dan jaringan internasional yang sudah semakin mudah akan menjadi asset penting</p>
<p>Namun Harus diwaspadai bagaimana <em>follow up</em> memadukan peran pemangku kepentingan agar terjalin jejaring yang efektif dan produktif mendayagunakan potensi ini menjadi nyata. Disebut-sebut sinergi birokrat, swasta dan cendikiawan adalah <a href="http://industrikreatif-depdag.blogspot.com/">triple helix</a> yang harus membuat rangkaian yang tepat menuju sukses itu. Tidak kalah pentingnya adalah pembangunan internal bagi para pelaku bidang dan profesi kreatif untuk terus melakukan pembangunan dan eksplorasi. Membangun mentalitas, kewirausahaan, manajemen, komunikasi, pemasaran hingga inovasi dalam berkarya. Sehingga semua jalan menuju kesempurnaan dijadikan prasyarat sebuah keberhasilan.</p>
<p><strong>Pemetaan dan Pengelompokan Bidang Kreatif </strong><br />
Secara nyata, bidang kreatifitas yang menjadi perhatian adalah yang selama ini telah dilakukan oleh bangsa kita sebagai profesi. Pada data yang dibuat berdasarkan data statistik BPS, penyumbang terbesar devisa negara Indonesia selama ini adalah bidang fashion dan tekstil, kerajinan serta periklanan. Melalui gerakan ekonomi kreatif di Indonesia akan didorong bidang-bidang kreatif lain yang kategorinya adalah:<br />
1.	Arsitektur<br />
2.	Interior<br />
3.	Landscape<br />
4.	Grafis/Komunikasi Visual<br />
5.	Penerbit<br />
6.	Penulis/sastrawan/penyair<br />
7.	Musik<br />
8.	Seni pertunjukan (tari, drama, dll)<br />
9.	Kemasan<br />
10.	Brand/produk<br />
11.	Perhiasan/Jewelry<br />
12.	Visual Art (lukis, patung, dll)<br />
13.	Movie<br />
14.	Fashion &#038; Aksesori<br />
15.	Handicraft<br />
16.	Web/Games/Interactive Media<br />
17.	Kuliner<br />
Artinya, jika hal ini bekerja dengan baik maka akan terjadi peningkatan yang signifikan bagi perekonomian Indonesia disebabkan motor sektor kreatifnya yang di”<em>tune up</em>” dengan baik.</p>
<p><a href='http://www.ayipbali.com/wp-content/uploads/2008/06/bali-creative-power.jpg'><img src="http://www.ayipbali.com/wp-content/uploads/2008/06/bali-creative-power.jpg" alt="Bali Creative Power, sebuah event oleh Bali Creative Community" title="bali-creative-power" width="500" height="350" class="alignleft size-full wp-image-354" /></a><br />
<strong>Komunitas Kreatif Dituntut Membentuk Budaya Kreatif</strong><br />
Baru saja sekitar 3 tahun berlalu, namun aktifitas kreatif kian marak dibuat dan diadakan. Selain kegiatan lama yang dibuat dengan spirit baru, banyak juga kegiatan baru yang sangat strategis. Sebut saja <a href="http://www.tradexpoindonesia.com">Trade Expo Indonesia</a>, Pekan Produk Budaya Indonesia kemudian conference dan seminar baik yang generik maupun spesifik. Kinerja antar departemen dan kementrian juga dirapatkan demi merespon creative economy. Jakarta memang masih mendominasi, tapi kota lain memiliki ”<em>local indigenous</em>”nya sendiri. Bandung bangkit lewat distro dan musik, Jogjakarta dan Bali lewat handicraft dan fashion. Lalu atas kesadaran dan inisiatif terbentuk pula komunitas-komunitas kreatif. Di Bandung ada <a href="http://www.bandungcreativecityblog.wordpress.com">Bandung Creative City Forum</a>, di Bali ada <a href="http://www.balicreativecommunity.org">Bali Creative Community</a>, <a href="http://www.indonesianyoungdesigners.com/iyd/index.php">kehadiran Indonesia Young Designers</a>, <a href="http://www.digitalstudio.co.id/news/article.php?article_id=197">1001 Inspiration Design Festival</a> dan banyak lagi aktifitas di Jakarta, Jogjakarta dan kota lain yang sedang bergiat membentuk komunitas kreatif yang bertujuan membuat klaster kreatif dan membentuk budaya kreatif. Pertanyaannya, apakah ini semua mengindikasikan creative economy itu si mutiara harapan atau hanya euforia sesaat? Buat menjawabnya yang paling nyata adalah dengan melakukan terus menerus sosialisasi, promosi dan mengamankannya dengan membuat <em>blue print</em> <a href="http://www.endonesia.com/mod.php?mod=publisher&#038;op=viewarticle&#038;cid=5&#038;artid=1497">creative economy Indonesia.</a></p>
<p><strong>Mempertanyakan Kembali Kesejatian Creative Economy</strong><br />
Apakah sesuatu yang kebetulan jika momen ini bertepatan dengan saat dimana Bangsa Indonesia tengah memasuki 100 tahun Kebangkitan Nasionalnya ? Akankah creative economy menjadi trigger terbentuknya martabat dan citra bangsa yang lebih baik ? Dapatkah creative economy menjadi praktek berjuta bangsa Indonesia untuk lebih baik ?<br />
(Diberi pertanyaan semacam ini teman saya protes. Katanya, Mas nanya melulu jadi kapan mulai kerjanya ?) Sebuah pertanyaan yang baik untuk menutup tulisan ini. Membagi semua apa yang tengah terjadi dengan gerakan ekonomi kreatif di Indonesia dalam satu waktu memang tidak mungkin. Semoga gerakan ekonomi kreatif adalah anugerah sekaligus penggugah dari tidur kita yang tidak nyaman. Selamat mengeksplorasi dunia creative economy.<br />
<em><br />
Diolah dari berbagai sumber:<br />
1. Presentasi Indonesia Design Power<br />
2. Presentasi Kreatif Industri Indonesia, BUDPAR<br />
3. Hasil Konvensi Pengembangan Industri Kreatif Indonesia<br />
4. Situs British Council Indonesia<br />
5. Presentasi Bali Creative Community</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ayipbali.com/2008/06/27/kreatifitas-akankah-menjadi-momen-kebangkitan-bangsa-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>LAND UNDER THE RAINBOW ITU THE DIFFERENT INDONESIA</title>
		<link>http://www.ayipbali.com/2008/06/02/land-under-the-rainbow-itu-the-different-indonesia/</link>
		<comments>http://www.ayipbali.com/2008/06/02/land-under-the-rainbow-itu-the-different-indonesia/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 02 Jun 2008 00:56:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ayip</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Portfolio]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ayipbali.com/?p=332</guid>
		<description><![CDATA[Satu lagi dari Indonesia, karya anak Indonesia aseli yang bermimpi melihat Indonesia (begitu penuturannya) dari angle seekor Rajawali (yang sedang terbang pastinya): The Different Indonesia!
Koleksi karya hebat yang menantang kegelisahan -demi mengobati rasa harkat martabat bangsa yang “dipecundangi”- menjadi sebuah kreatifitas.
Carut marutnya Imaji Indonesia di dunia internasional seakan hal yang melekat pada bangsa kita. Teroris, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Satu lagi dari Indonesia, karya anak Indonesia aseli yang bermimpi melihat Indonesia (begitu penuturannya) dari <em>angle</em> seekor Rajawali (yang sedang terbang pastinya): <a href="http://thedifferentindonesia.blogspot.com/">The Different Indonesia!</a><br />
Koleksi karya hebat yang menantang kegelisahan -demi mengobati rasa harkat martabat bangsa yang “dipecundangi”- menjadi sebuah kreatifitas.</p>
<p>Carut marutnya Imaji Indonesia di dunia internasional seakan hal yang melekat pada bangsa kita. Teroris, Keamanan Terbang, tidak ramah lingkungan, kacau balau, dst adalah isu yang beredar bak jamur di musim hujan. Sejujurnya ada dua hal yang menjadi inti dari permasalahannya: Satu, Kita memang sangat lemah mempraktekan faktor-faktor penting menjadi bangsa yang besar dan bermartabat. Dua, tiadanya perlawanan yang berimbang membangun pencitraan atau “bela diri” yang “cantik” dimana semua bahasa dunia tengah memasuki era kampanye branding yang kreatif dan strategik.</p>
<p><a href='http://www.ayipbali.com/wp-content/uploads/2008/06/03.jpg'><img src="http://www.ayipbali.com/wp-content/uploads/2008/06/03-150x150.jpg" alt="Learn from perfect country" title="03" width="150" height="150" class="alignnone size-thumbnail wp-image-335" /></a><a href='http://www.ayipbali.com/wp-content/uploads/2008/06/04.jpg'><img src="http://www.ayipbali.com/wp-content/uploads/2008/06/04-150x150.jpg" alt="Travel Warning" title="04" width="150" height="150" class="alignnone size-thumbnail wp-image-336" /><a href='http://www.ayipbali.com/wp-content/uploads/2008/06/04.jpg'><img src="http://www.ayipbali.com/wp-content/uploads/2008/06/04-150x150.jpg" alt="Travel Warning" title="04" width="150" height="150" class="alignnone size-thumbnail wp-image-336" /></a></p>
<p>Mencermati karya <a href="http://mybothside.blogspot.com">M. Arief Budiman</a>, seorang teman yang lebih beruntung dari saya (karena nama kita sama namun dia memiliki M didepan namanya yang jelas lebih meaningful) sangat menarik. Seorang pemikir kreatif yang bersama timnya, <a href="http://www.petakumpetworld.com">Petakumpet</a> menjadi Best Agency beberapa kali di Pinasthika Ad Festival, Seorang kandidat IYDEY-ajang pemilihan creative entepreneur muda Indonesia dan kini ketua <a href="http://www.adgi.or.id">ADGI</a> Chapter Jogja. Karya The Different Indonesia-nya menggabungkan fungsi PR dengan kreatif dengan berani dan lantang. Sangat PD gitu!. Mengajak kita juga menjadi PD.</p>
<p><a href='http://www.ayipbali.com/wp-content/uploads/2008/06/train.jpg'><img src="http://www.ayipbali.com/wp-content/uploads/2008/06/train-300x103.jpg" alt="David Beckham Visit Indonesia" title="train" width="300" height="103" class="alignleft size-medium wp-image-340" /></a><br />
Sebagai inisiatif saya sependapat dengannya, <em>personal work</em> bagi seorang desainer memang harus dibuat. Tidak perlu menunggu klien jika ingin berkarya. Menunggu pemerintah dengan pemahaman global dan visi yang kuat membangun <em>Branding</em> Indonesia yang hebat masih memerlukan waktu. (Terima kasih kepada pemerintah yang tengah bergiat membangun gerakan ekonomi kreatif yang realistis). <em>Personal works</em>, seperti juga yang saya buat dalam <a href="http://iseeindonesia.com">I See Indonesia</a>, adalah karya yang berpeluang memberikan inspirasi sekaligus membangun kesadaran akan pentingnya membangun imaji bangsa secara serius. Dan selaku <em>unofficial works</em>, ke-<em>casual</em>-an karya-karya ini ekspresinya sangat penting. Ia merefleksikan kebebasan bereksplorasi.</p>
<p>Omong-omong soal pencitraan Indonesia, Hal menarik dalam penggalian <em>official branding</em> negeri kita, esensinya seringkali tak nampak. Bias atau samar, entah karena bingung mulai dari mana atau disorientasi. <em>Study + Research</em> yang menjadi prasyarat utama hanya di permukaan saja dan bukan kebutuhan. Pada akhirnya biaya menjadi kambing hitam karena kita lantas mengaku tak punya uang. Uang tak ada untuk membangun bangsa dan negara?</p>
<p>Memahami Pencitraan Indonesia saya menganjurkan membaca terlebih dahulu karya Mochtar Lubis, <strong>Indonesia:Land Under The Rainbow</strong>:</p>
<blockquote><p>Originally written in Dutch, Indonesia: Land Under the Rainbow is the first popular history of Indonesia to appear in English. Written in an extremely accessible style, the book offers a narration of the highlights of Indonesian history through Indonesian eyes. 1991 by Oxford University Press, USA</p></blockquote>
<p>Sebagai brief dasar tentang Indonesia buku ini ditulis dengan penjiwaan Indonesia, kita bukan saja akan hanyut tapi menjadi gelisah tak berkesudahan. Betapa Indonesia  bukan hanya narasi tetapi sebuah jiwa yang kaya. Pada proses ini akan timbul upaya yang kuat menggali kata “bangkit”.</p>
<p>Mas Arief Petakumpet-begitu saja saya memanggilnya- menawarkan model pemikiran “bangkit”. Ia memang tidak menunggu &#8220;dipinang&#8221; oleh Indonesia. Tetapi dia &#8220;meminang&#8221; Indonesia dengan “The Different Indonesia”nya. Dan Indonesia memang menunggu dipinang oleh segenap bangsanya. Selamat Mas Arief !, saya bersedia bersekongkol. </p>
<p>Tulisan yang berhubungan:<br />
1. <a href="http://desaingrafisindonesia.wordpress.com/2008/06/01/the-different-indonesia-dan-land-under-the-rainbow/">Siapa Mendamba Indonesia yang Berbeda?</a><br />
2. <a href="http://www.iseeindonesia.com/2008/05/29/kampanye-kreatif-sebagai-perjuangan-kolektif/">Kampanye Kreatif dan Perjuangan Kolektif</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ayipbali.com/2008/06/02/land-under-the-rainbow-itu-the-different-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>SURPRISE! ORGANIC FOOD FROM THE VILLAGES OF BALI</title>
		<link>http://www.ayipbali.com/2008/05/26/surprise-organic-food-from-the-villages-of-bali/</link>
		<comments>http://www.ayipbali.com/2008/05/26/surprise-organic-food-from-the-villages-of-bali/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 26 May 2008 04:28:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ayip</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Moment]]></category>

		<category><![CDATA[Sharing]]></category>

		<category><![CDATA[bali]]></category>

		<category><![CDATA[events]]></category>

		<category><![CDATA[inspiration]]></category>

		<category><![CDATA[motivation]]></category>

		<category><![CDATA[news]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ayipbali.com/?p=320</guid>
		<description><![CDATA[


Minggu, 24 Mei 2008 sangat beruntung saya mendapat kesempatan menyaksikan kesibukan masyarakat desa Sibetan-Karangasem, Tenganan-Karangasem, Plaga-Badung dan Nusa Ceningan mengolah makanan dan minuman khas desa mereka di Loloan Restaurant Seminyak. Para perwakilan masyarakat 4 desa tersebut tengah menguji dan membuat presentasi resep masakan khas desa masing-masing dengan dibantu chef dari Loloan restaurant untuk nantinya disajikan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href='http://www.ayipbali.com/wp-content/uploads/2008/05/p1210881.jpg'><img src="http://www.ayipbali.com/wp-content/uploads/2008/05/p1210881-150x150.jpg" alt="" title="p1210881" width="150" height="150" class="alignnone size-thumbnail wp-image-331" /></a><a href='http://www.ayipbali.com/wp-content/uploads/2008/05/p1210815a.jpg'><img src="http://www.ayipbali.com/wp-content/uploads/2008/05/p1210815a-150x150.jpg" alt="" title="p1210815a" width="150" height="150" class="alignnone size-thumbnail wp-image-326" /></a><a href='http://www.ayipbali.com/wp-content/uploads/2008/05/ceningan_main.jpg'><img src="http://www.ayipbali.com/wp-content/uploads/2008/05/ceningan_main-150x150.jpg" alt="" title="ceningan_main" width="150" height="150" class="alignnone size-thumbnail wp-image-330" /></a><br />
<a href='http://www.ayipbali.com/wp-content/uploads/2008/05/p1210853.jpg'><img src="http://www.ayipbali.com/wp-content/uploads/2008/05/p1210853-150x150.jpg" alt="" title="p1210853" width="150" height="150" class="alignleft size-thumbnail wp-image-328" /></a><a href='http://www.ayipbali.com/wp-content/uploads/2008/05/ceningandessertjagungmanisrumputlaut.jpg'><img src="http://www.ayipbali.com/wp-content/uploads/2008/05/ceningandessertjagungmanisrumputlaut-150x150.jpg" alt="" title="ceningandessertjagungmanisrumputlaut" width="150" height="150" class="alignnone size-thumbnail wp-image-329" /></a><a href='http://www.ayipbali.com/wp-content/uploads/2008/05/ceningan_basangbe.jpg'><img src="http://www.ayipbali.com/wp-content/uploads/2008/05/ceningan_basangbe-150x150.jpg" alt="" title="ceningan_basangbe" width="150" height="150" class="alignnone size-thumbnail wp-image-321" /></a><br />
<a href='http://www.ayipbali.com/wp-content/uploads/2008/05/p1210579a.jpg'><img src="http://www.ayipbali.com/wp-content/uploads/2008/05/p1210579a-150x150.jpg" alt="" title="p1210579a" width="150" height="150" class="alignleft size-thumbnail wp-image-322" /></a><a href='http://www.ayipbali.com/wp-content/uploads/2008/05/p1210587a.jpg'><img src="http://www.ayipbali.com/wp-content/uploads/2008/05/p1210587a-150x150.jpg" alt="" title="p1210587a" width="150" height="150" class="alignnone size-thumbnail wp-image-323" /></a><a href='http://www.ayipbali.com/wp-content/uploads/2008/05/p1210608a.jpg'><img src="http://www.ayipbali.com/wp-content/uploads/2008/05/p1210608a-150x150.jpg" alt="" title="p1210608a" width="150" height="150" class="alignnone size-thumbnail wp-image-324" /></a><br />
Minggu, 24 Mei 2008 sangat beruntung saya mendapat kesempatan menyaksikan kesibukan masyarakat desa Sibetan-Karangasem, Tenganan-Karangasem, Plaga-Badung dan Nusa Ceningan mengolah makanan dan minuman khas desa mereka di Loloan Restaurant Seminyak. Para perwakilan masyarakat 4 desa tersebut tengah menguji dan membuat presentasi resep masakan khas desa masing-masing dengan dibantu chef dari Loloan restaurant untuk nantinya disajikan pada acara peringatan 6 tahun perjalanan program <a href="http://www.jed.or.id">Jaringan Ekowisata Desa</a> pada tanggal 4 Juni 2008 mendatang. Keempat desa tersebut adalah anggota <a href="http://www.jed.or.id">Jaringan Ekowisata Desa</a> Bali bersama Yayasan Wisnu sebagai fasilitatornya. </p>
<p><a href="http://www.jed.or.id">Jaringan Ekowisata Desa (JED)</a> adalah program yang dirancang untuk kemandirian desa bagi pelaksanaan ekowisata yang sangat penting bagi pembangunan berkelanjutan di Bali sebagai destinasi pariwisata Internasional. Menyajikan makanan dan minuman khas bagi para tetamu di acara 6 tahun program JED nanti merupakan bagian eksplorasi program akan kekayaan <em>local indigenous</em>. </p>
<p>Masyarakat desa anggota JED sebelumnya telah mendata makanan dan minuman khas yang masing-masing mereka miliki lalu menuliskan bahan-bahan serta resepnya dan ternyata ketika didata dari 4 desa tersebut terkumpul 300-an resep makanan dan minuman aseli yang secara turun temurun dijadikan menu sehari-hari atau pada saat acara khusus, namun tidak jarang beberapa diantaranya sudah jarang dimasak lagi. Yang menjadikan kekaguman dan <em>surprise</em> adalah semua makanan tersebut kategorinya <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Organic_food">organic food</a>, sesuatu yang saat ini oleh Barat dijadikan kampanye makanan yang dikategorikan “sehat” ternyata bagi penduduk desa bukan lagi barang baru. Bahan makanan yang mereka pakai adalah apa yang ada di sekitar mereka bahkan sesuai dengan kekhasan desa mereka. Mereka mengolah bahan makanan dan minuman yang didapat dari kebun atau hutan, dari pantai atau laut di areal yang menjadi tempat tinggalnya.</p>
<p>Antusias perwakilan masyarakat desa yang tengah melakukan uji coba resep-resepnya ini berubah makin menjadi optimisme dan semangat demi melihat sentuhan akhir pada presentasi makanan yang dikemas demikian indah dan mengundang selera. Mereka takjub melihat makanan sehari-harinya menjadi sangat “cantik”. Ternyata kolaborasi <em>chef</em> restaurant dan “<em>chef</em> kampung” ini membuat <em>surprise</em> bagi keduanya.</p>
<p>Ketika sesi uji rasa dilakukan, semua berkesempatan mencicipi masakan yang disajikan dan ditengah nikmatnya waktu bersantap, kelakar masyarakat terlontar menggunjingkan kedahsyatan “kolaborasi” yang baru saja mereka lakukan serta rasanya yang semakin “mak nyoss”. Bahkan demi melihat persiapan, proses dapur mengolah bahan dan memasak serta presentasi makanan yang diujicoba resepnya, sudah terasa prasyarat kebersihan dan kesehatan makanan bagi makanan untuk dikonsumsi di sebuah “restaurant” telah terpenuhi.</p>
<p>Sore itu, di jalan pulang seusai <em>food test</em> yang saya alami  saya berkhayal tentang desa-desa di Bali yang menggali kembali resep-resep khas desanya masing-masing lalu dipresentasikan dalam sebuah acara, program dan publikasi memadai dan menarik bagi khalayak. Biar semua tahu kekayaan kuliner Bali dan kedahsyatan koleksi <em>organic food</em> Bali lalu menjadi sebuah keyakinan baru peluang kuliner Bali menjadi “majikan di rumahnya sendiri”. Untuk membuktikan cerita ini, berdoalah Anda diundang di acara 6 tahun JED 4 Juni 2008 atau bagi press, diundang pada tanggal 2 Juni 2008 untuk turut “mencicipi” kehebatannya. This is “Ajeg”, isn’t it?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ayipbali.com/2008/05/26/surprise-organic-food-from-the-villages-of-bali/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
	</channel>
</rss>
